SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro, Jawa Timur, mengajak masyarakat berperan aktif mengantisipasi praktik prostitusi terselubung di kawasan proyek migas.
“Kalau masyarakatnya pro aktif dan tahu aturan, saya kira tidak akan ada praktik prostitusi,” kata Kasatpol PP Bojonegoro, Ahmad Gunawan kepada suarabanyuurip.com ditemui di kantornya, Senin (29/4/2019).
Menurutnya, prostitusi terselubung maupun minuman keras di wilayah industri migas selama ini belum pernah terbukti keberadaannya, meski berpotensi ada.Â
“Kalau potensi ya pasti ada, dimanapun itu selain kawasan migas juga ada. Karena, kembali kepada sifat dasar manusia,” tegasnya.Â
Sejak Januari hingga April 2019 telah, lanjut Gunawan, Satpol PP telah melakukan 67 kali razia ke warung remang-remang, kost, dan tempat karaoke ilegal untuk mencegah adanya prostitusi terselebung.Â
Hasilnya, paling banyak di wilayah kota dan sekitarnya. Kemudian wilayah Kecamatan Dander, Sukosewu dan Sugihwaras.
“Untuk wilayah barat kita pernah razia di Ngraho dan Padangan,” pungkas mantan Camat Malo itu.(rien)