SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Meluapnya Kali Ingas di Dusun Samberan, Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyisakan cerita tersendiri. Seorang lansia tidak bersedia dievakuasi meski rumahnya terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.Â
Lansia itu bernama Mbah Sumijah (80). Warga RT 01 Rw 08, itu tinggal sebatang kara saat banjir menerjang rumahnya. Suaminya telah lama meninggal dunia.
Alasan Mbah Sumijah hanya satu. Ingin menjaga rumah peninggalan suaminya.
“Aku nok kene wae. Jaga rumah ini,” kata Mbah Sumijah dengan logat Jawa kepada petugas yang akan mengevakuasi.
Sikap Mbah Sumijah ini sempat membuat petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, TNI dan perangkat desa kebingungan. Luapan air Kali Ingas semakin tinggi menerobos rumahnnya yang berdinding kepang-anyaman bambu.Â
Bujuk rayu terus dilakukan petugas agar Mbah Sumijah bersedia diungsikan di rumah salah satu kerabatnya.
“Akhirnya mau juga,” kata Sekretaris Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Arif Rokhman, kepada suarabanyuurip.com, Senin (29/4/2019).Â
Air luapan anak sungai Bengawan Solo mulai masuk rumah Senin (29/4/2019) pagi dan baru surut sekitar pukul 12:00 WIB. Banjir terjadi akibat hujan lebat yang terjadi pada Minggu (28/4/2019) malam.
Ada 8 RT di Dusun Samberan terdampak. Terparah di RT 7 dan 8. Air menggenangi pemukiman warga.Â
Jumlah rumah yang terdampak banjir sebanyak 42 Kepala Keluarga (KK). Rinciannya, 15 KK di RT 8, 11 KK di RT 7, 2 KK di RT 6, 4 KK di RT 5 dan masing masing 8 KK di RT 1 dan 2 KK di RT 2.
Air muali masuk ke pekarangan dan rumah warga sekitar pukul 04:00 Wib. Sebagian besar menggenangi bagian dapur dan beberapa diantaranya masuk hingga keseluruh sudut rumah.Â
“Sedangkan areal pertanian memang tergenang namun sebagian besar sudah selesai masa panen,†ujar Arif Rokhman.
Dituturkan, wilayah Samberan jarang terdampak banjir. Beberapa tahun baru kali ini terjadi. Ketinggian genangan air bervariasi.
“Kebanyakan menggenangi pekarangan dan jalan desa serta beberapa pemukiman warga,” pungkasnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia, menyampaikan telah melakukan verifikasi lapangan untuk disiapkan bantuan bagi korban banjir berupa sembilan bahan pokok (sembako).(rien)