SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pemerintah Desa (Pemdes) Prantaan, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merasa ditelikung dalam kegiatan pemboran Sumur Migas BNG-BBE 01. Pemdes ring satu itu mengaku tidak diajak koordinasi oleh Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina – PT Banyubang Blora Energi (BBE).
Kepala Desa Prantaan, Nyono menyampaikan jika pihak KSO Pertamina – PT BBEÂ tidak ada komunikasi dengan pemerintah desa. Baik mulai kapan ada pengeboran, perluasan lahan dan lainnya.
“Saya tidak tau. Tidak mau tahu.Tidak diajak komunikasi. Pengembangan lokasi tanpa sepengetahuan desa. Kemarin pembebasan lahan lewat. tambah lokasi dicek dari Pertamina tidak masuk lahan. Kurang ombo,” kata Nyono kepada suarabanyuurip.com, Senin (6/5/2019).
Penambahan lahan untuk lokasi kegiatan eksplorasi juga tanpa sepengetahuan desa.
“Ada tambahan juga desa tidak dikasih tau. Aku pusing ngurusi kene,†tandasnya.
Sementara pembebasan lahan perlu diketahui pemdes. “Mbuhlah karepe kono. Ndak punya keinginan saya,†ucanya dengan logat Jawa.
Seingatnya komunikasi pernah dilakukan Pertamina sudah lama. Yakni pada awal-awal kegiatan akan berlangsung.
“Ya itu, saat meminta dukungan dari warga. Namun sekarang tidak pernah,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, KSO Pertamina – PT BBE mengklaim tidak ada kendala dalam tahapan Persiapan pemboran sumur migas BNG – BBE 01 di Desa Prantaan. Persialan berjalan lancar dan telah mencapi 95%.
“Pembebasan lahan tidak ada masalah. Masyarakat sekitar sangat mendukung proyek strategis nasional ini,” ujar General Manager KSO Pertamina-PT BBE, Buyung Irfan Sutan, Sabtu (4/5/2019) kemarin.
Pemboran sumur migas BNG – BBE 01akan dilaksanakan dengan kedalman 900 meter di bawah permukaan. Pemboran dilakukan di struktur Ngrayong. Hasilnya bisa diketahui sebelum lebaran Idul Fitri.
“Kami mohon dukungan dan doa, semoga operasi ini menghasilkan minyak seperti yang diharapkan,” pungkas Buyung. (ams)
Caption:Â