SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora -Â Petugas gabungan di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman di swalayan dan pasar tradisional menghadapi lebaran Idul Fitri 1440 H.
Hasilnya, petugas menemukan zat rhodamin atau zat pewarna untuk textil pada makanan ringan dan krupuk warna warni di pasar tradisional Sido Makmur, Senin (13/5/2019).
Tim Gabungan dipimpin langsung Kapolres Blora AKBP Antonius Anang bersama Plt Sekretaris Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto. Mereka menyisir pertokoan di pasar Sido Makmur.
Petugas menemukan makanan mengandung formalin, boraks dan rhodamin di sejumlah kios Blok A pasar tradisional Sido Makmur Blora.
“Tadi setelah diperiksa melalui alat spektrofotometri UV, ditemukan beberapa makanan yang mengandung rodamin,” kata Lilik kepada suarabanyuurip.com di sela-sela sidak.
Kandungan rodamin ditemukan pada jajanan anak anak seperti kerupuk dan kudapan ringan. Makanan tersebut terlihat warnanya sangat mencolok setelah dicek Spektrofotometri UV.
“Kita akan lakukab uji lanjutan di laboratoium untuk memastikan apakah makanan ini mengandung bahan-bahan berbahaya,” tagsnya.
Petugas juga menemukan sejumlah makanan lain yang mengandung boraks dan formalin. Zat boraks merupakan bahan yang biasa untuk mengenyalkan makanan. Sedangkan formalin untuk mengawetkan mayat.
“Bahan-bahan berbahaya itu kalau menumpuk di dalam tubuh bisa menyebabkan penyakit seperti kanker,” jelas Lilik.
Pihaknya bakal memberikan pembinaan kepada para pedagang UMKM supaya tidak lagi menggunakan bahan yang berbahaya untuk campuran makanan yang dijualnya.
“Saya mengimbau kepada konsumen, terutama masyarakat Blora, agar berhati -hati dalam membeli makanan. Jangan dilihat murah dan rasanya gurih, namun harus dilihat juga kandunganya,” pesannya.
Kapolres Blora, AKBP Antonius Anang membeberkan, selama ramadhan pihaknya bersama tim gabungan akan terus melakukan sidak ke pasar tradisional ataupun ke supermarket yang ada di Blora.
Tujuannya memastikan bahan makanan dan minuman yang ada di pasaran aman untuk di konsumsi masyarakat luas. Selain itu untuk memastikan keamanan di pasar.
“Juga antisipasi mafia pangan,” tegas kapolres. (ams)