Pertamina Sewa Lahan Petani Wado 15 Tahun

Penanaman pipa gas di Blora

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi salah satu wilayah terdampak proyek penanaman pipa sumur NKT-01 TW di Desa Bajo.

“Di sini ada 13 orang yang lahannya di sewa Pertamina untuk penanaman pipa,” kata salah satu pemilik lahan, Sumadi (60), kepada suarabanyuurip.com, belum lama ini.

Menurut Sumadi, lahan yang disewa Pertamina masing-masing luasannya berbeda. Sementara, untuk waktu sewa tidak di bedakan, yaitu selama 15 tahun.

“Kalau punya saya 92 meter x 2 meter. Kemarin dapat uang Rp21 juta an,” ungkapnya saat berada di lokasi pertanian.

Selain sewa lahan, dia juga mendapat tambahan untuk mengganti dampak limbah penanaman pipa.

“Setahun saya dapat Rp1.850.000,” ungkapnya.

Di jelaskan, bahwa sempat terjadi perdebatan antara warga dengan pelaksana. Saat hendak dilaksanakannya pekerjaan tersebut.

“Kalau tidak dicairkan dulu jangan dikerjakan. Kami tidak mau tertipu, setelah pekerjaan selesai tapi belum dicairkan. Kami juga kan yang rugi,” ungkapnya.

Kepala Desa Wado, Kasdi menbenarkan, jika terdapat 13 warganya yang lahannya di sewa Pertamina.

Baca Juga :   Kebutuhan Katering Pekerja Blok Cepu Berkurang

“Sistemnya sewa bukan dibabaskan,” kata Kasdi.

Terpisah Government & PR Staff PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Intan Anindita Putri, menyampaikan, selain sewa lahan warga di Wado, pihaknya juga sewa lahan Perhutani dan lahan Kereta Api Indonesia (KAI).

“Kemudian pembebasan lahan di Desa Pulo,” kata dia.

Untuk diketahui, jalur pipa dari Sumur NKT-01 TW di Desa Bajo, melalui Desa Pulo dan Desa Wado sampai ke Central Processing Plant (CPP) Gundih Pertamina EP Asset 4 Field Cepu di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *