DPRD Bojonegoro Desak Pemkab Segera Isi Direktur PT ADS

DPRD Bojonegoro Cari Solusi Nasib Penambang Sumur Tua

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, mendesak Pemkab setempat untuk segera melaksanakan rapat umum pemegang saham (RUPS) dan mengisi kekosongan direktur utama di BUMD PT Asri Dharma Sejahtera (ADS). Agar perusahaan plat merah itu bisa segera memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dari bisnisnya di penyertaan modal (Participating Interest/PI) Blok Cepu.

Menurut Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, berlarut-larutnya RUPS dan pengisian direktur utama ini menyebabkan semua pihak tidak mengetahui apakah dari pendapatan yang diterima PT ADS sebesar Rp1,7 triliun  sekarang ini sudah bisa melunasi semua biaya yang dikeluarkan mitranya, PT Surya Energi Raya (SER) sebagai penyandang dana PI Blok Cepu.

Sebab, lanjut Lasuri, berdasarkan perjanjian yang disepakati, PT ADS baru akan mendapat kuntungan dari pengelolaan PI Blok Cepu setelah semua biaya yang dikeluakan PT SER kembali. Skema pembagian keuntungannya 25% PT ADS, dan 75 % untuk PT SER.

“Nah, dari pendapatan yang diterima itu apakah sudah break event point apa belum, kita perlu tahu itu,” ujar Lasuri kepada suarabanyuurip.com, Jumat (24/5/2019). 

Baca Juga :   Pipa Pertamina Ditolak Warga

Oleh karena itu, komisi dewan yang salah satunya membidangi masalah migas ini akan mempelajari terlebih dahulu aturan BUMD untuk memastikan apakah penundaan RUPS 2017 dan pengisian direktur utama PT ADS ini melanggaran aturan atau tidak.

“Apalagi itu tentang pertanggubgjawaban keuangan sejak dua tahun yang lalu. Tapi sampai sekarang belum dilaksanakan,” tegasnya.

Menurutnya persoalan krusial PT ADS adalah pengisian direktur utama yang masih diisi pejabat sementara atau Plt, pascahabisnya masa jabatan direktur yang lama pada 31 Oktober 2018 lalu.

“Apakah bisa, Plt ini diperpanjang sedangkan masa jabatan Plt hanya berlaku selama 6 bulan. Ini perlu dikaji lagi,” tandasnya. 

Sebelumnya Badan Perekonomian Bojonegoro, Rahmat Djunaidi membernarkan jika PT ADS telah menerima pendapatan Rp1,7 triliun dari pengelolaan PI Blok Cepu. Uang tersebut masih di rekening dan belum bisa diserahkan kepada PT SER karena belum dilaksanakannnya RUPS dan direktur definitif PT ADS.

“Syaratnya kan memang itu,” ucap Rahmat, sapaan akrabnya.(rien)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Kemenhut Dikabarkan Tak Restui Pengelolaan Sumur KDD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *