100 Penambang Sumur Minyak Tua Bergabung BUMD Bojonegoro

Sumur Tua Wonocolo

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Seratusan penambang sumur minyak tua mulai merapat ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Mereka berasal dari Lapangan Wonocolo, Dandangilo dan Ngrayong Kecamatan Kedewan.

Bergabungnya para penambang sumur minyak tua ke PT BBS ini dikarenakan kontrak Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Pangan yang sebelumnya menaungi mereka telah habis pada 11 Mei 2019 lalu.

“Mulai pertengahan Mei mereka bergabung dengan kita,” kata Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan kepada suarabanyuurip.com, Minggu (26/5/2019).

Tonny mengapresiasi langkah 100 an penambang yang menyetorkan minyaknya melalui PT BBS. Hal ini berimbas langsung pada hasil produksi minyak mentah yang dikirimkan kepada pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) sumur tua, Pertamina EP Asset  Field Cepu.

“Produksi kita naik hingga 400 barel per hari dari sebelumnya hanya 100 barel per hari,” tegasnya.

Menurutnya, sesuai kontrak sumur minyak tradisional di Kecamatan Kedewan ada 494 sumur. Hanya saja, yang aktif hanya berkisar 80 sumur. Sementara lainnya  diperlukan service untuk bisa memproduksi minyak mentah.

Baca Juga :   SKK Migas Sambangi Redaksi SBU

“Kita belum bisa lakukan service karena biayanya cukup besar,” ucapnya. 

Pihaknya akan memberikan hak-hak kepada 100 penambang setelah mereka menyetorkan minyaknya kepada PT BBS. Mulai dari pemberian BPJS Kesehatan, hingga safety saat melaksanakan kegiataan seperti alat kelengkapan diri.

Sementara itu, tahun ini pihaknya mengklaim mampu menghasilkan laba sebesar Rp1,049 miliar. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp360 juta. 

Dari laba tersebut, PT BBS dapat menyetorkan pendapatan asli daerah berupa devident ke Pemkab Bojonegoro sebesar Rp414 juta. Meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya berjumlah Rp121 juta.   

“Insya Allah, PAD juga akan meningkat sebesar Rp414 juta,” pungkasnya. 

Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri menyatakan, hingga kini belum ada keluhan dari para penambang sumur minyak tua pascanon aktifnya KUD SP.

“Ini membuktikan jika mereka mulai sadar bagaimana menjaga kondusifitas agar tidak menimbulkan gejolak sosial,” sambungnya.

Lasuri berharap siapapun pengelolanya, baik KUD maupun BUMD, kondisi di sumur minyak tua ada peningkatan baik tata kelolanya, lingkungan, pendapatan maupun kesejahteraan penambang. 

Baca Juga :   Nasib Eks Penambang Gegunung Menggantung

“Kami sangat mendukung sekali jika ada pendapatan daerah yang diberikan dari sumur tua,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *