SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Desa Kliteh, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merupakan salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Di desa sekitar wilayah sumur minyak tua ini memiliki 90 hektar (ha) luas lahan pertanian yang produktif, dan bisa panen tiga kali dalam satu tahun.
Ketua Kelompok Tani Mukti Tani, Desa Kliteh, Marjuki, menjelaskan, penduduk Desa Kliteh rata-rata bekerja sebagai petani, dan ada dua sektor utama pertanian yang digelutinya. Yakni tanam semangka dan tanam Padi.
“Dalam satu tahun bisa menikmati tiga kali masa panen. Sekali panen semangka dan dua kali penen padi,” kata Marjuki saat berbincang di kediamannya dengan Suarabanyuurip.com, Minggu (26/5/2019) siang.
Pria yang juga menjabat perangkat Desa Kliteh ini, menambahkan, para petani bisa mengalami tiga kali masa panen karena didukung adanya irigasi. Baik yang dimiliki pengusaha maupun sistem pengairan dari pemerintah. Dunia pertanian di Desa Kliteh layak untuk dikembangkan. Sehingga kedepan semakin dapat meningkatkan perekonomian warga.Â
“Ada enam saluran irigasi yang dimanfaatkan petani. Lima titik milik pengusaha dan satu titik merupakan program pemerintah berupa HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air),” tandasnya.
Dengan adanya sistem pengairan itu, petani merasa diuntungkan. Sebab, biaya pengairan diambil dari 1/5 bagian hasil panen petani.
“Ini sudah berjalan lama sampai sekarang ini,” ungkapnya.
Dia menganggap, jika pertanian di desanya cukup berhasil. Setiap hektarnya bisa menghasilkan panen 6 sampai 7 ton padi. Kalau semangka, lanjut dia, biasanya sebagian petani memilih disewakan kepada pihak lain.
“Biasanya ada orang cari lahan untuk ditanami semangka. Contohnya saya sendiri, karena kesibukan di desa, untuk tanam semangka seperti ini lahannya saya sewakan,” ungkapnya.
Di desanya sempat ada penelitian pertanian dari universitas terkemuda di Jogjakarta, lalu dari Pemkab Bojonegoro serta dari produsen obat yang melakukan penelitian maupun survei.
“Mungkin, mereka menganggap pertanian di desa kami bisa dikembangkan lagi,” tandasnya.
Untuk diketahui, Desa Kliteh memiliki luas area 125 ha, 6 RW dan 12 RT. Dengan jumlah penduduk 1.400 jiwa dan 900an hak pilih. Sementara, tahun 2019 ini juga mengikuti pilkades serentak Kabupaten Bojonegoro yang akan diselenggarakan minggu ke-4 bulan Juni mendatang.(ams)