SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) di RT10 Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan sering turunnya daya listrik milik PLN di rumah mereka. Daya yang normalnya 180 Va, turun menjadi 160 Va.
“Sudah satu bulanan ini,” kata Agus Mulyono, warga setempat kepada suarabanyuurip.com, Minggu (26/5/2019) malam.Â
Akibat penurunan daya tersebut, berdampak pada beberapa perabotan listrik di rumah seperti kipas angin yang nyalanya lambat dan lampu yang menjadi redup.
“Bahkan sejumlah alat elektronik juga rusak,” ujarnya.
Dikatakan, perwakilan warga pernah melaporkan kondisi tersebut ke PLN Padangan. Petugas juga sempat melakukan pengecekan.Â
“Cuma dilihat saja. Tidak ada tindakan,” tegasnya.
Warga ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu-Desa Ringintunggal, itu berharap PLN segera mengatasi persoalan tersebut. Karena turunya daya ini mengganggu kenyamanan sebagai pelanggan PLN.
“Apalagi ini bulan puasa, banyak aktivitas warga malam hari yang membutuhkan listrik,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Manager Bagian Jaringan PLN, Inkaresa, mengungkapkan, turunnya daya listrik di masyarakat bisa jadi karena meningkatnya kebutuhan listrik pada bulan Ramadhan sampai 30 persen.Â
Dijelaskan, normal beban listrik di Bojonegoro adalah sebesar 257 Megawaat (Mw). Namun, memasuki bulan ramadhan kali ini meningkat hingga 265 Mw. Padahal, tahun 2018 pada bulan ramadhan hingga Idul Fitri sebesar 258 Mw.Â
“Jadi tahun ini, kebutuhan listrik di masyarakat tinggi apalagi banyak promo tambah daya gratis, kemudian rasio eletrikfikasi listrik juga mencapai 90 persen,” tegasnya dikonfirmasi terpisah, Senin (27/5/2019).
Sekalipun demikian, untuk memastikan turunnya daya listrik warga Desa Ringintunggal, pihaknya akan langsung turun lapangan untuk melakukan pengecekan langsung demi kenyamanan masyarakat selama bulan Ramadhan.
“Kita akan cek di lapangan, khususnya di Desa Ringintunggal,”pungkasnya.(rien)