Demi Layani Pembeli, Petugas SPBU Tak Bisa Rayakan Idul Fitri

Demi Layani Pembeli

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Bagi petugas SPBU tak bisa berlebaran bersama keluarga sudah biasa. Mereka tetap harus bekerja untuk melayani pembeli, terutama para pemudik.

Kondisi itu dirasakan Silvi, petugas SPBU Jetak, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Gadis 20 tahun itu sudah tiga tahun ini tidak merasakan libur lebaran Idul Fitri. Praktis ia tidak bisa berlebaran bersama keluarga.

“Sejak bekerja tiga tahun lalu, aku tidak pernah lebaran sama keluarga,” ucap gadis berparas manis ini kepada suarabanyuurip.com, di sela-sela melayani pembeli, Jumat (31/5/2019).

Pekerjaan sebagai petugas SPBU menuntutnya harus meninggalkan keluarga. Berkumpul dan halal bi halal dengan handaitaulan.

“Kalau ditanya pingin kumpul dengan keluarga ya pingin. Tapi sudah komitmen dengan perusahaan ya harus dijalani,” tutur wanita berhijab itu. 

Sementara cuti yang diberikan perusahaan sebulan sebelum atau sesudah lebaran. Karena meningkatnya konsumsi BBM di semua SPBU termasuk di Jetak. 

“Kita gantian cuti nya, ada yang sudah ambil saat puasa. Saya ambil bulan depan setelah lebaran. Gantian lah pokoknya,” imbuhnya. 

Baca Juga :   Arief Januwarso, Membawa Unigoro Makin Dikenal

Pengawas SPBU Jetak, Eko Teguh Budi Santoso membenarkan tidak memberlakukan semua karyawan termasuk operatornya libur selama H-7 sampai h+7 lebaran. Ada 16 operator, 9 diantaranya perempuan. Masing-masing berjaga sesuai jadwal. 

“Satu orang operator, berjaga selama 6 jam bergantian ,” tegasnya. 

Meski tidak memberlakukan izin libur lebaran, namun pihak perusahaan telah memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan bingkisan. Bahkan, jika mendapatkan laba, juga ada bonus untuk karyawan. 

“Lihat penjualan, kalau labanya besar ya ada bonus,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *