Inilah Titik Rawan Macet Jalur Bojonegoro Saat Mudik Lebaran

Pasar Kalitidu

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Bagi masyarakat yang akan mudik melewati Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, agar mewaspadai sejumlah titik rawan macat. Terutama jalan nasional yang berdekatan perlintasan rel kereta api. 

Titik rawan macet tersebar mulai Bojonegoro bagian timur, Kecamatan Baurno hingga wilayah Barat di Padangan. Di sepanjang wilayah tersebut terdapat titik-titik yang berdekatan dengan perlintasan kereta api yang berpotensi menyebabkan kemacetan.

Setiap kali kereta api melintas terjadi penumpukan kendaraan hingga mengular sampai jalan raya. Terlebih adanya double track (rel kerega api ganda) di Bojonegoro menjadikan intensitas lalu lintas keret api kian padat.

Di wilayah Bojonegoro Timur, misalnya. Titik rawan macet yang harus di waspadai adalah Bayeman, Jalan Raya Bojonegoro – Babat Km 33-34 Kecamatan Baureno, Rel KA Gajah Bolong Jalan Raya Bojonegoro-Babat Km 28-29 Kecamatan Baureno, Pasar Pasinan jalan Bojonegoro – Babat di Km 27-28 Kecamatan Baureno, perempatan Mejuwet, Jalan Raya Bojonegoro – Babat Km 21-22 Kec. Sumberrejo.

Kemudian perempatan Sumberrejo, Jalan Raya Bojonegoro – Babat Km 15-16 Kecamatan Sumberrejo, perempatan Balenrejo, Jalan Raya Bojonegoro – Babat Km 11-12 Kec. Balen.

Lokasi tersebut berada dekat dengan perlintasan kereta api. Jaraknya kurang dari 100 meter. Setiap kali kereta melintas kerap terjadi penumpukan kendaraan hingga meluber jalan raya.

Baca Juga :   Musim Tanam Segera Mulai, Kartu Tani untuk Pembelian Pupuk Belum Siap

“Sudah langganan. Bukan hanya mau lebaran, setiap hari sering macet. Tapi lebih parah kalau musim mudik dan saat lebaran,” ujar Aan warga setempat kepada suarabanyuurip.com, Jumat (31/5/2019).

Kemudian, Simpang Proliman, Jalan Raya Bojonegoro – Babat Km 06-07 Kecamatan Kapas.

Perlintasan kereta Kalianyar, juga menjadi salah satu titik yang berpotensi menyebabkan kemacetan. Begitu juga perlintasan kereta api di dalam kota di Desa Sukorejo.

Sementara di wilayah barat titik rawan macet yang berpotensi kemacetan berada di wilayah Jalan Nasional Bojonegoro – Padangan yakni Kecamatan Kalitidu. Yaitu Pasar Pumpungan. Aktivitas masyarakat pada pagi hari di pasar ini meningkat. Selain itu berada dekat dengan perlintasan kereta api.

Pasar Kalitidu juga berpotensi kemacetan pada pagi dan malam hari. Di lokasi ini terdapat pusat pertokoan yang menjadi tempat mencari kebutuhan lebaran oleh masyarakat dari sejumlah kecamatan sekitar.

Kemacetan parah biasanya terjadi di pertigaan Tobo Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari. Di lokasi ini jalan nasional hanya berjarak sekitar 50 meter dengan perlintasan kereta api. Kondisi tersebut diperparah sempitnya jalan karena belum dilakukan pelebaran.

Berdasarkan pengalaman arus mudik lebaran tahun lalu, di lokasi ini terjadi kemacetan parah dari arah timur maupun barat. Penumpukan kendaraan hingga lebih dari 20 kilo meter dari arah berlawanan. 

Baca Juga :   Dana BLSM untuk Kebutuhan Konsumtif

“Tahun lalu dari Kalitidu mau ke Purwosari saja butuh waktu satu jam setengah. Padahal hari biasa tidak ada setengah jam,” ujar Eko Prianto, warga Kalitidu.

Selain itu, potensi kemacetan terjadi di perempatan Baru, Kecamatan Padangan. Juga di perempatan Padangan. Di lokasi ini terdapat perlintasan rel kereta api di tengah jalan raya yang menghubungkan Padangan – Ngawi.

Selain itu Padangan merupakan jalur menghubungkan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli memprediksi kenaikan arus lalu lintas pada mudik lebaran tahun ini karena imbas pintu tol keluar Ngawi yang menjadi akses utama kendaraan mudik dari arah Jakarta menuju ke arah Bojonegoro maupun Kabupaten tetangga seperti Tuban, dan Jombang.

“Kita sudah dirikan Pos Pengamanan Ops Ketupat Semeru 2019 di Watu Jago untuk mengantisipasi itu,” tegasnya saat sidak di pintu keluar Tol Ngawi bersama Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Kamis (30/5/2019) kemarin.

Selain itu menyiagakan petugas kepolisian dari masing-masing polsek diterjunkan untuk mengurai kemacetan di masing-masing titik.(suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *