SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Sama seperti tahun sebelumnya, tahun 2019 ini Rukyatul hilal untuk menentukan 1 syawal 1440 H, dilaksanakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, Jawa Timur, di bukit Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di rumah singgah wisata sumur tua Desa Wonocolo untuk melihat hilal.Â
Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro, Muhammad Syamsuri, menyampaikan, bahwa dalam menentukan 1 syawal dilaksanakan dengan dua metode. Hisab dan Rukyat. Berdasarkan hisab, kondisi bulan dalam keadaan mines dibawah ufuk.
“Kemungkinan sangat kecil untuk bisa terlihat. Hari ini kita lakukan Rukyat dalam rangka melihat bulan untuk menentukan 1 Syawal. Kalau belum terlihat, maka puasa digenapkan 30 hari,” kata Muhammad Syamsuri, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (3/6/2019).
Apapun hasilnya, hari ini akan dilaporkan kepada kementerian sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbath.
“Ketentuan hilal bisa terlihat pada ukuran 2 derajat atau lebih. Hari ini kita memastikan,” tandasnya saat berada di rumah singgah wisata wonocolo.
Pihaknya menjelaskan, untuk persiapan pemantauan akan dilaksankan pada pukul 17.00 WIB, yang akan dimulai dengan penjelasan teksnis dari petugas.
“Pada kesempatan ini, juga ada pemantauan dari bidang urais binsar (urusan agama islam pembiana syariah) Kanwil Jawa Timur,” ujarnya.
Di tambahkan, dilaksanakannya Rukyatul hilal itu juga mengundang Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, besera organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kepala Pengadilan Agama, MUI, KUA se-Kabupaten Bojonegoro, Camat Kedewan serta pihak desa.
“Biasanya juga ada dari mahasiswa dan masyarakat yang mengikuti,” tambahnya.(ams)