SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Petani di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan serangan tikus yang merusak sebagian besar pertanian mereka. Hasil panen petani di sekitar Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, tahun ini terancam turun akibat serangan hama tersebut.
Hama tikus menyerang tanaman padi mulai dari baru tanam, mulai berbuah hinga menjelang masa panen.
“Sampai saat ini, belum ada solusi untuk mengatasi hama tikus,” kata Plt Sekretaris Desa Sambiroto, Kamis (6/6/2019).Â
Menurutnya, petani sudah mencoba berbagai cara untuk membarantas serangan hewan penggerat tersebut. Mulai dari gropyokan, memasang jebakan, dan obat-obatan.Â
“Yang terakhir, upaya kita adalah menempatkan burung hantu sebagai pemberantas alami. Tapi, ini kan butuh biaya mulai membuatkan rumah dan membeli burungnya,” tegas pria yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani Sambiroto itu.
Pihaknya melalui pemerintah desa telah mengajukan bantuan kepada Pemkab Bojonegoro untuk pembuatan rumah burung hantu. Ada sepuluh kelompok tani dari total lahan pertanian 200 hektar lahan pertanian yang akan mendapatkan rumah burung hantu, masing-masing kelompok mendapat 10 buah.Â
“Harapannya, bantuan tersebut bisa segera terealisasi,” tegasnya.Â
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian, Helmi Elisabeth, masih berusaha dikonfirmasi terkait ini. Pesan pendek belum dibalas.(rien)