Konsumen Keluhkan Buruknya Kualitas Air PDAM Blora

Wabup Arief Rohman sidak PDAM

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Buruknya kualitas air yang didistribusikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora Cabang Cepu, dikeluhkan konsumen. Kondisi tersebut memantik reaksi Wakil Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di PDAM Cepu, Selasa 11 Juni 2019.

Dalam sidak, Wakil Bupati didampingi  Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kesehatan, Camat Cepu, dan direktur PDAM Tirta Amerta Blora.

Arif sapaan akrabnya, akan segera  berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Sungai Bengawan Solo untuk mengatasi masalah air PDAM Blora.

“Kami mohon maaf dan masyarakat sabar. Karena masalahnya bukan di kita (PDAM-red) tapi air di hulunya yang menjadi sumber air bakunya. Akan segera kami koordinasikan,” ujarnya.

Arief Rohman yang didampingi Kepala BLH Kabupaten Blora Dewi Tejowati juga sempat meninjau pengolahan air SPAM (Sistem Pengolahan Air Minum) dan intake di pinggir Sungai Bengawan Solo di wilayah Kelurahan Balun.

“Kalau airnya jernih tapi warnanya cokelat,” tuturnya.

Baca Juga :   Desa Penghasil Migas dapat ADD Rp900 juta

Dewi Tejowati juga mengungkapkan, jika baru kali ini ada temuan air seperti ini. “Saya tahu baru hari ini dan secepatnya akan kami sampaikan kepada BLH Jawa Tengah,” ujar Dewi Tejowati.

Sementara itu Direktur PDAM Blora, Yan Riya mengungkapkan, untuk sementara air PDAM tidak dialirkan ke konsumen sampai waktu yang belum ditentukan. Air PDAM yang berwarna pekat dan hitam, kata dia, mau tidak mau harus dihentikan.

“Kami dilema. Disatu sisi jika dialirkan kualitas airnya pekat dan hitam, tapi jika tidak dialirkan masyarakat tidak mendapat air. Segera akan koordinasi dengan BLH dan Jasa Tirta sebagai pengelola air sungai Bengawan Solo,” ujar Yan.

Berbagai cara sudah dilakukan PDAM untuk mengatasi kualitas air yang buruk. Diantaranya menambah kaporit. Awalnya 30 kg per shift sekarang menjadi 45 kg. Namun hal itu tidak mengurangi warna air yang masih berwarna cokelat.

“Terpaksa kami harus membeli air galon untuk mencuci beras. Karena air PDAM berwarna cokelat,” keluh salah satu konsumen PDAM Andriyono, warga Nglajo, Kecamatan Cepu.

Baca Juga :   Setiap Rahmat Harus Disertai Tanggung Jawab

Dalam beberapa hari terakhir air PDAM cabang Cepu berwarna cokelat. Diduga penyebabnya air baku Bengawan Solo tercemar limbah batik dari daerah hulu diantaranya Sragen dan sekitarnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *