SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di desa yang sedang menyelenggarakan pemilihan kepala desa (pilkades) Kecamatan Gayam, berkomitmen menjaga netralitas. Â
“Intinya kita berusaha semaksimal mungkin menjaga netralitas, dan merangkul semua lapisan masyarakat,” kata Ketua BPD Ringintunggal, Panandi. Kamis (20/6/2019).
Dia menegaskan dalam pelaksanaan pilkades tahun ini akan menggandeng unsur masyarakat termasuk tokoh agama untuk turut membantu menjaga keamanan dan ketentraman.
“Kami berusaha menciptakan kondisi guyup dan rukun,”terangnya.
Menurut dia, tidak ada perbedaan yang harus dipertentangkan. Perbedaan, lanjut dia, harus dicari keselarasan, keseimbangannya, dan keharmonisannya. Pihaknya meyakini semua kandidat yang ikut dalam Pilkades memiliki tujuan yang sama. Yaitu membangun desa yang lebih baik, lebih maju dan sejahtera kedepannya.
“Poinnya adalah, siapapun yg menjadi kades terpilih yang lain pasti mendukung. Karena membangun desa butuh kerjasama dan bergotong royong,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BPD Begadon, Winarto menambahkan semua calon memiliki peluang yang sama. Namun yang terpenting tetap menjaga kerukunan hingga pelaksanaan pilkades selesai. Termasuk bagi simpatisan.Â
“Intinya para simpatisan bisa ngopi bareng,”ucap Mbah Win, panggilan akrabnya.Â
Seperti diketahui 10 calon dari empat desa di Kecamatan Gayam, yang juga sentra Lapangan Banyuurip Blok Cepu akan berebut kursi kepala desa pada Pilkades 26 Juni 2019. Keempat desa tersebut adalah Begadon, Ringintunggal, Cengungklung, dan Manukan.( Roz)