SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, berencana membeli gas dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB)Â di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, untuk dikelola melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).Â
Kepala Bagian Perekonomian Bojonegoro, Rahmat Djunaidi, mengatakan, sebelum melakukan perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan operator JTB, Pertamina EP Cepu (PEPC), Pemkab terlebih dahulu akan membentuk BUMD baru.Â
“Jadi, BUMD ini khusus mengelola gas JTB,” kata Rahmat kepada suarabanyuurip.com, Senin (24/6/2019).Â
Dijelaskan, Pemkab saat ini masih melakukan kajian mendalam dengan bekerjasama salah satu Universitas Negeri untuk menelaah lebih lanjut supaya BUMD yang dibentuk nantinya bisa mengelola gas JTB dengan maksimal.
“Ini masih terus kita kaji untuk pembentukan BUMD nya,” tegas Rahmat.
Diharapkan, dengan pengelolaan gas JTB oleh BUMD nantinya, akan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dan bisa membuka peluang tenaga kerja maupun industri ikutan lainnya.Â
“Target Bupati Anna, tahun ini sudah bisa terlaksana,” pungkasnya.Â
Keinginan Pemkab Bojonegoro ini disambut baik Pertamina. Anak perusahaan BUMN itu siap membuka peluang kerja sama dengan BUMD setempat dalam pemanfaatan gas JTB.
“Kerja sama dengan BUMD telah kita lakukan di banyak daerah,” kata Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu saat konfrensi pers pemancangan perdana Engineering, Procurement and Construction – Gas Processing Facility (EPC-GPF) JTB, Jumat, 4 Januari 2019 lalu.
Samsu, sapaan akrabnya, menjelaskan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi BUMD Bojonegoro agar bisa bekerja sama dengan Pertamina. Pertama, model bisnis yang akan dijalankan harus jelas.
Kedua, sistim kerja sama yang dipakai adalah bisnis to bisnis atau b to b. Ketiga, jangan meminta subsidi ke Pertamina dengan harga gas yang diberikan. Sebab harga tersebut telah ditetapkan.
“Jangan harga onstream dibebankan pada biaya upstream,” tegasnya.
Peluang kerja sama ini mendapat apresiasi positif Ketua DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharjanto. Politis Partai Golkar itu menyarakan kepada pemkab untuk mempersiapkan diri sebelum melakukan kerja sama.
Persiapan yang dimaksud mulai dari pembuatan rencana bisnis dan mitra yang jelas, finansial yang cukup, sumber daya manusia memadai dan manajerial yang bagus.
“Sehingga nantinya bisnis yang dikerja sama bisa jalan. Tidak berhenti di tengah jalan,†sambung Sigit di tempat yang sama.
Lapangan J-TB memiliki cadangan gas sebanyak 2,5 triliun kaki kubik (TCF) yang akan diproduksi selama 25 tahun. Dengan produksi sales gas (siap jual) sebesar 192 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/ MMSCFD) pada kuartal II 2021.
Dari produksi gas tersebut, sebanyak 100 MMSCFD dibeli Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan harga US$ 7,6/MMBTU. Sedangkan sisanya akan dijual Pertamina untuk memenuhu kebutuhan industri di wilayah Jatim dan Jateng.
Gas Jambaran-Tiung Biru yang dibeli PLN nantinya dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang (Gresem) untuk pembangkit listrik di Tambaklorok. Pembelian gas oleh PLN ini telah tertuang dalam Head of Agreement (HoA) dengan jangka waktu 30 tahun dari 2020 sampai 2050.(rien)