Pemkab Blora Belum Distribusikan Tertutup Elpiji 3 Kg

Elpiji 3 Kilogram di Blora Dipasok dari Jatim

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora Jawa Tengah, sampai saat ini masih melakukan pendistribusian ilpiji secara terbuka, dan belum ada rencana melakukan distribusi tertutup untuk elpiji 3 kilogram.

“Belum ada rencana, Mas. Sampai saat ini belum ada daerah yang perlakukan subsidi tertutup,” kata Staf Bagian Perekonomian Sekda Blora, Tulus Prasetyo, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (24/6/2019).

Terpisah, Ketua DPC Hiswana Migas Wilayah Pati, Suma Novendi, meyampaikan, bahwa penerapan distribusi tertutup masih butuh waktu lama. Karena dilakukan bertahap oleh pemerintah.

“Dulu pernah diuji coba di Malang, Jawa Timur, dan beberapa kota lain, ternyata gagal,” ungkapnya.

Dikutip dari https://ekbis.sindonews.com/read/1414085/34/distribusi-tertutup-elpiji-3-kg-dilakukan-bertahap-mulai-2020-1561298371, pemerintah memastikan akan melakukan distribusi tertutup elpiji 3 kilogram (kg) pada 2020. Elpiji 3 kg nantinya disalurkan kepada golongan masyarakat tidak mampu dengan menggunakan kartu identitas tertentu.

“Distribusi elpiji 3 kg secara tertutup Insya Allah diterapkan tahun depan. Itu yang penting masyarakat dapat uang subsidi,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Baca Juga :   Dinsos Bojonegoro Terima Bantuan 70 Kursi Roda dari PEPC JTB

Menurut dia pelaksanaan distribusi elpiji 3 kg tertutup terjadi perubahan mekanisme yaitu subsidi diberikan berdasarkan kartu identitas tertentu.

Adapun nominal uang subsidi diberikan kepada masyarakat tidak mampu melalui uang elektronik yang dimasukan ke dalam kartu identitas penerima. Nantinya kartu akan diisi saldo dengan besaran nominal uang subsidi yang ditentukan oleh pemerintah.

Tujuan penerapan distribusi elpiji 3 kg tertutup agar tepat sasaran bagi masyarakat tidak mampu. Adapun penerima subsidi akan disesuaikan dengan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Penerapannya akan dilakukan bertahap. Untuk kotanya dilakukan di Jabodetabek selanjutnya bertahap ke kota lain,” ucapnya.(ams).

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *