SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojoneoro – Penghitungan suara Pilkades Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, menjadi penutup pilkades serentak gelombang II 2019 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Penghitungan dimulai Rabu (26/6/2019) pukul 14:00 Wib, berakhir Kamis (27/6/2019), dini hari pukul 01:37 wib. Â
Lamanya penghitungan suara Pilkades Ngumpakdalem ini dikarenakan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang mencapai 8.178 pemilih. Jumlah ini terbanyak di Kabupaten Bojonegoro, mengungguli Desa Sukorejo sebanyak 7.824 pemilih.Â
Pilkades Ngumpakdalem diikuti lima kontestan. Yakni calon nomor urut 1, Evi Susanti; calon nomor urut 2, Margono; calon nomor 3, Ahmad Burhani; calon nomor urut 4, Wasito Handoko; dan calon nomor 5, Muh Mukminin.
“Penghitungan ini paling akhir, sekaligus penutup pilkades di Bojonegoro,” kata Camat Dander, Nanik Lusetiyani di sela-sela penghitungan suara Kamis dini hari.
Pilkades Ngumpakdalem mendapat pengamanan ketat dari aparat keamanan. Sebanyak 87 personel dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Linmas dan Banser disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan pilkades. Sebab mulai hingga dini hari menjelang berakhirnya penghitungan suara masa pendukung calon masih berjubel di depan balai desa.
Pesta demokrasi ini sempat diwarnai aksi protes dari salah satu calon, Wasito Handoko. Ia menolak menandatangani berkas acara pilkades, dan memilih pulang lebih dulu. Penyebabnya panitia lama menyiapkan berkas.Â
Selain itu dua calon lainnya telah meninggalkan perhelatan pilkades. Mereka adalah Evi Susanti dan Mukminin.
“Kok lama sekali berkasnya. Apa sebelumnya tidak dipersiapkan. Bagaimana dengan dua calon yang sudah pulang. Kenapa mereka diperbolehkan pulang,” ujar Wasito sebelum meninggalkan kursi duduknya.
Muspika Dander, panitia pilkades, dan dua calon lainnya sempat meminta Wasito untuk menunggu berkas acar, namun warga Dusun Kedungrejo tetap memaksa meninggalkan balai desa.(suko)