SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Dampak musim kemarau tahun ini mulai dirasakan petani Blora, Jawa Tengah. Tanaman pertanian mereka terancam mati. Untuk menghindari kerugian lebih besar, sebagian petani terpaksa memotong tanaman padinya untuk pakan ternak.Â
Kondisi tersebut diantaranya terjadi di Desa Jeruk, Kecamatan Bogorejo. Sudah sebulan di wilayah ini tidak ada hujan. Lahan pertanian mereka mengering dan retak.
Di Desa Jeruk terdapat puluhan hektare sawah petani mengalami kekeringan karena tidak ada pasokan air untuk pengairan sawah.Â
Kasipan, petani Desa Jeruk, mengaku pasrah dengan kondisi tersebut. Sawah miliknya seluas 1,15 hektare (ha) ditanami padi sejak akhir April lalu dipastikan gagal panen karena kekurangan air. Tanaman padi tidak tumbuh baik dan tanahnya mulai retak-retak.
“Ini bisa panen tapi ya kalau ada hujan, tapi kalau kondisinya seperti ini tidak mungkin,” ujarnya kepada suarbanyuurip saat ditemui di sawahnya, Minggu (30/6/2019).
Saat ini adalah musim tanam padi ke dua. Namun musim kemarau datang lebih awal dan diprediksi bakal pajang.
“Terakhir hujan itu akhir April dan kemarin beberapa hari lalu dan setelah itu sampai saat ini tidak ada hujan lagi,” imbuhnya.
Sawah Kasipan sebenarnya berada dekat dengan sungai. Tapi tidak bisa diandalkan untuk pengairan karena sekarang ini kondisi sungai mengering akibat airnya disedot petani di daerah hulu.
Karena kondisi alam seperti ini Kasipan mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 1,5 juta. Jumlah Itu untuk pembelian bibit dan tenaga saat proses pengolahan lahan. Sekarang tanaman padi miliknya dipotong untuk pakan ternaknya.
”Kalau seperti ini dibuat makanan sapi,” ujarnya.
Serupa dialami Pujiono, petani Desa Kamolan, Kecamatan Blor. Tanaman padi miliknya yang sudah berbuah terancam mati. Bulir padi kempes dan daunya mulai menguning karena kekurangan air.Â
“Kalau seperti ini rugi banyak,” sambungnya.
Agar tidak rugi banyak, Pujiono juga memotongi tanaman padi miliknya untuk diberikan kepada ternaknya.Â
“Kalau ada padi yang bulirnya bagus saya ambil buat konsumsi sendiri, kalau dijual tidak layak,” jelasnya. (ams)