SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Rata-rata harga minyak mentah Indonesia mengalami terjun bebas, pada bulan Juni 2019 ini. Kondisi itu berdampak pula pada penurunan ongkos angkat angkut minyak mentah dari sumur tua.
Indonesian Crude Price (ICP) minyak mentah Indonesia bulan Mei 2019 mengalami penurunan sebesar US$ 0,24 per barel dari US$ 68,31 per barel pada April 2019 menjadi US$ 68,07 per barel pada bulan Mei.
Lalu, kembali turun tajam pada bulan Juni ini. Berdasarkan hasil perhitungan Formula ICP, rata-rata minyak mentah Indonesia pada Juni 2019 mencapai US$ 61,00 per barel, turun sebesar US$ 7,07 per barel dari US$ 68,07 per barel.
Ketua Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba (PPMST) Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Supraptono, menyampaikan, kondisi menunurunnya harga minyak mentah Indonesia juta memicu turunnya ongkos angkat angkut minyak mentah sumur tua yang diberikan Pertamina pada bulan Juli 2019 ini.
“Tarif imbalan jasa periode Juli 2019 sebesar Rp.3604,87 per liter. Tarif bulan ini turun sebesar Rp.471,56 dibanding tarif bulan sebelumnya,” katanya.
Sekadar diketahui, dari situs resmi Kementerian ESDM Direktoran Jendral Migas, disebutkan, penurunan pergerakan harga minyak mentah utama di pasar internasional, menurut Tim Harga Minyak Indonesia, juga disebabkan oleh pre-eliminary data. Suplai minyak dunia pada bulan Mei 2019 diperkirakan meningkat sebesar 0,04 juta barel per hari menjadi 98,26 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya.
Selain itu, perlambatan pertumbuhan perekonomian global yang disebabkan oleh kekhawatiran pasar atas perang dagang AS-China yang berkepanjangan. Diperkirakan akan memperlemah perekonomian global serta berujung pada semakin menurunnya permintaan minyak mentah global.
Faktor lainnya adalah berdasarkan publikasi Rystad bulan Juni 2019, terdapat peningkatan proyeksi produksi Minyak Mentah Amerika Serikat pada akhir Desember 2019 sebesar 200.000 barel per hari menjadi 13,4 juta barel per hari.
Tingkat stok gasoline AS selama bulan Juni 2019 mengalami kecenderungan kenaikan dibandingkan dengan bulan Mei 2019.
Sementara, untuk stok minyak mentah AS selama bulan Juni 2019 cenderung mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan Mei 2018, meskipun sedikit menurun di akhir bulan Juni 2019.
Terakhir, meningkatnya krisis politik di Venezuela dan sabotase atas fasilitas minyak di Libya serta keputusan Amerika Serikat (AS) untuk tidak memperpanjang waiver atas embargo ekspor minyak mentah Iran, berdampak pada semakin berkurangnya pasokan minyak mentah di pasar global.
Untuk kawasan Asia Pasifik, pergerakan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh penurunan permintaan minyak mentah yang dipicu oleh penurunan refinery margin di kawasan Asia. (ams)