DPRD Sebut Produksi Blok Cepu Terkesan Dipaksakan

DBH Migas Bojonegoro Diprediksi Lebih dari Rp2

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, menilai produksi puncak minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, sebesar 225 ribu barel per hari (bph) yang berlangsung sekarang ini terkesan dipaksakan. Meningkatnya produksi secara signifikan ini dikhawatirkan berdampak pada pendeknya usai produksi.

Baca :EMCL Uji Coba Produksi Minyak Blok Cepu 225 ribu Bph

SKK Migas Kaji Peningkatan Produksi Minyak Blok Cepu

“Sebaiknya tidak langsung dipaksakan tinggi. Ini untuk menghemat perolehan DBH migas bagi Bojonegoro,” kata Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, Minggu (7/7/2019). 

Politisi Partai Demokrat itu kemudian memberikan gambaran, jika saja produksi minyak Blok Cepu dibuat rata-rata 165 ribu bph sesuai rencana pengembangan (plan of development/POD), maka perolehan DBH migas untuk daerah penghasil bisa bertahan lama.

Baca : DBH Migas Bojonegoro Diprediksi Lebih dari Rp2,5 Triliun

Bagi Hasil Migas Bojonegoro 2018 Terealisasi Rp2,281 Triliun

“Otomatis akan berdampak juga pada pendapatan daerah,” tegasnya. 

Oleh sebab itu, untuk menghadapi meningkatnya alokasi anggaran dari DBH Migas untuk pembangunan infrastruktur, DPRD berkewajiban mengawal pemanfaataannya.

Baca Juga :   Harga Minyak Mentah Indonesia April 2022 Turun US$10,99

“Itu sesuai tugas kita untuk mengontrolnya. Karena pendapatan DBH Migas tahun ini sangat besar,” lanjutnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Pemkab Bojonegoro Herry Sudjarwo, menyebutkan sesuai prognosa perolehan DBH migas, telah ditetapkan di dalam APBD 2019 sebesar Rp1, 8 triliun.

“Tapi estimasi pendapatan bisa sampai Rp2,5 triliun lebih” sambungnya dikonfirmasi terpisah.

Besarnya DBH Migas ini salah satunya ditentukan oleh tinggi atau rendahnya produksi. Artinya, jika produksi minyak Lapangan Banyu Urip turun, maka pendapatan juga akan menurun. Karena, DBH Migas yang didapat sekarang ini dihitung dari lifting minyak Banyu Urip dengan ICP USD70 per barel.

Humas dan Juru Bicara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Migas Blok Cepu, Rexy Mawardijaya, masih berupaya dikonfirmasi. Pesan pendek yang dilayangkan suarabanyuurip.com belum ada balasan.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *