SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran sebesar Rp800 miliar di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 untuk memperbaiki infrastruktur jalan kabupaten, serta perbaikan sejumlah jembatan yang kondisinya rusak.
Alokasi anggaran perbaikan infrastruktur dalam APBD 2019, itu meningkat tajam dibandingkan pembangunan infrastruktur pada 2018.
“Pembangunan infrastruktur untuk jalan dialokasikan Rp700 miliar di dalam APBD 2019 itu meningkat lima kali lipat dibandingkan pembangunan infrastruktur tahun 2018,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Sukur Priyanto, Sabtu (6/7/2019).
Terkait besarnya alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur, menurut dia, tidak lepas karena adanya peningkatan perolehan DBH Migas yang cukup tajam pada 2019.
“Hanya saja, pembangunan infrastruktur dengan memanfaatkan anggaran DBH Migas harus ada batasnya tidak terus menerus,” tukasnya.
Politisi asal Partai Demokrat menyatakan, Pemkab Bojonegoro harus fokus pembangunan infrastruktur dengan memanfaatkan perolehan DBH Migas dalam waktu berkisar 2-3 tahun.
“Kami minta agar dua sampai tiga tahun, pembangunan infrastruktur menggunakan DBH Migas harus selesai,” ujarnya.
Untuk selanjutnya, perolehan DBH Migas daerahnya harus difokuskan untuk berbagai kepentingan lainnya yang prinsipnya mendorong perekonomian masyarakat, termasuk pendidikan dan kesehatan.
“Bagaimanapun juga produksi puncak minyak ada batas waktunya, yang akan mempengaruhi perolehan DBH Migas,” ujarnya.
Di perkirakan, produksi puncak minyak Blok Cepu, dengan operator ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) juga lapangan Sukowati, dengan operator Pertamina EP Asset 4 Field, bisa mencapai 250 ribu barel per hari, paling lama hanya bertahan sekitar 10 tahun.
Sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan Kabupaten Bojonegoro, Herry Sudjarwo, mengungkapkan, estimasi pendapatan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas tahun ini adalah sebesar Rp2, 5 triliun lebih dari target pendapatan di APBD sebesar Rp1,8 triliun.
“Ada tambahan sekitar Rp406 miliar lebih karena lifting minyak dari Lapangan Banyu Urip per hari ini mencapai 225 ribu barel per hari,” pungkasnya.(rien)Â