SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Proses pembangunan Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sedang berjalan. Tiga unit alat berat, tangah bekerja meratakan lokasi yang berada persis disebelah barat landasan pacu lama.
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Dewandaru, Karimunjawa – Jepara, Jawa Tengah, mengucurkan anggaran Rp25.011.336.000 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019.
Anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan perpanjangan runway (landasan pacu) 300 meter x 30 meter, rekonstruksi runway, taxiway termasuk marking. Dikerjakan oleh PT Clara- Sega KSO yang beralamat di Samarinda Kalimantan Timur.
Menurut Suraji dari pelaksana proyek, sekarng ini tengah dilakukan penggalian untuk runway, dan baru tiga hari ini dikerjakan.
“Saat ini pekerjaan penggalian dan selanjutnya pengaspalan dari ujung timur sampai barat,” ujarnya saat ditemui Suarabanyuurip.com, Kamis (18/7/2019) di lokasi.
Menurutnya, stelah digali akan diurug dengan batu. Rencananya batu diambilkan dari Pamotan Rembang.
“Tapi kami masih menunggu hasil laboraturium,” ungkapnya.
Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, saat berada di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas), selasa (16/7/2019), berkeinginan keberadaan Bandara Ngloram nantinya tidak hanya digunakan untuk kepentingan Migas saja. Tapi juga untuk pariwisata dan pendidikan.
“Jadi mendarat di Cepu bukan hanya untuk migas saja, namun kita suguhkan tujuan lain seperti menyiapkan wisata dan pendidikan tinggi,†ucapnya. (ams)