SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro– Harga cabai dalam dua pekan terakhir mulai pedas. Salah satu pedagang cabai Pasar Kota Bojonegoro, Sriyatun mengatakan naiknya harga cabai mulai terjadi pertengahan Juli lalu.Â
“Naiknya mendadak, dan langsung tinggi,” ujarnya.
Dia mengungkapkan saat ini harga cabai merah keriting di Pasar Anyar Rp75 ribu/kilogram (kg). Padahal, harga normalnya Rp30 ribu/kg. Sedangkan cabai rawit merah Rp70 ribu/kg dari harga normal Rp20 ribu sampai Rp25 ribu/kg. Sedangkan harga cabai rawit hijau Rp60 ribu/kg dari harga Rp25 ribu/kg.
â€Sudah dua minggu harga cabai terus naik sampai Rp70 ribu perkilogram. Imbasnya pembeli mengeluh harganya mahal,” tukasnya.
Meroketnya harga cabai itu, diakui ibu dua anak ini mempengaruhi pendapatan pedagang. Sehingga, hanya berani memasok 15 kg setiap harinya.Â
“Kalau biasanya, pas harga murah itu jualnya bisa sampai 30 kilogram setiap harinya,” tukasnya.Â
Mahalnya harga cabai tersebut dikeluhkan salah satu pelangggan yang sekaligus pedagang makanan, Haris (40). Untuk mensiasatinya, dia menggunakan cabai keriting kering yang harganya lebih murah.Â
“Jadinya beli yang murah aja, cabai yang dikeringkan. Cuma Rp12.000 sebungkus,” ungkapnya.Â
Pihaknya berharap, pemerintah bisa seegera mengambil sikap krena cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok.Â
Terpisah, Sekretaris Dinas Perdagangan, Sukemi, belum bisa dikonformasi. Pesan pendek maupun telephone tidak dapat dihubungi. (Rien).