Keyakinan Bupati Anna Soal Budaya Wisata Gantikan Migas Diragukan

Bupati anna

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meragukan keyakinan Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah yang ingin menjadikan sektor wisata dan budaya di Bojonegoro menjadi sektor unggulan setelah migas untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau untuk menandingi sektor migas sangat jauh ya, karena tidak mungkin akan jadi unggulan jika pendapatannya sangat jauh dibanding dengan anggaran yang sudah kita keluarkan untuk wisata di Bojonegoro,” kata Sekretaris Komisi B, Lasuri, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (19/7/2019). 

Menurut politisi asal PAN ini, anggaran untuk pengembangan destinasi wisata Pemkab Bojonegoro sangat tinggi, namun belum diimbangi dengan pendapatan yang disumbangkan daerah. 

Pihaknya mengaku, dari data yang didapat dalam waktu satu semester tahun ini, serapan anggarannya baru sekitar 5 persen. Sebab, dari pagu anggaran Rp 25 miliar, baru terserap Rp 1,4 miliar.

Sesuai pagu anggaran disbudpar di dalam dokumen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2018, belanja untuk barang dan jasa cukup dominan, dibanding belanja pegawai dan belanja modal. Untuk belanja modal belum terserap sama sekali.

Baca Juga :   Kuswiyanto Kunjungi Kawasan Sayur Ngampel

Sebaliknya, untuk belanja rutin atau belanja pegawai sudah mencapai  18 persen. Sebab, dari pagunya sebesar Rp 2,6 miliar, sudah terserap Rp 49 persen.

Kemudian untuk belanja barang dan jasa baru terserap 6 persen, dengan rincian pagu anggaran Rp 14,7 miliar, baru terserap sekitar Rp 974 juta.

Namun, sampai saat ini masih banyak program yang belum berjalan. Meskipun untuk anggaran sudah tersedia sejak pengesahan APBD awal tahun lalu.

Padahal, dari data menunjukkan sejumlah program unggulan di tahun ini, diantaranya, pengembangan nilai budaya dipatok anggaran Rp 2,2 miliar, kemudian pengembangan pemasaran pariwisata Rp 3,7 miliar, pengelolaan kekayaan budaya Rp 1,2 miliar, pengembangan destinasi pariwisata Rp 9,1 miliar, dan program pengembangan kemitraan Rp 2,3 miliar.

“Tapi, justru yang terserap untuk Festival Tari Thengul. Saya cari di APBD 2019 kok tidak ada sebutan anggaran untuk Tari Thengul,” imbuhnya. 

Dia menyebutkan jika pengeluaran untuk Thengul International Festival Foklore (TIFF)  adalah sebesar Rp1,06 miliar yang digunakan untuk persiapan Kolosoal Tari Thengul di Jembatan Sosrodilogo, mulai pelatihan hingga pertunjukan dan persiapan pemberangkatan 250 penari Thengul di Istana negara pada 17 Agustus 2019 nanti.  

Baca Juga :   Kemenag Bojonegoro Bersiap Rukyatul Hilal ke Bukit Wonocolo

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro, Amir Sahid, mengungkapkan, tidak hafal persis anggaran yang dikeluarkan untuk acara Thengul International Festival Foklore (TIFF) kemarin. Hanya saja. diharapkan sektor pariwisata dan kebudayaan semakin berkembang karena potensinya sangat luar biasa. 

“Akan kita terus kembangkan agar memberikan dampak pada perekonomian rakyat, dan tidak bergantung pada yang sudah ada seperti sektor migas,” pungkasnya. 

Sebelumnya Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah meyakini, sektor Pariwisata dan Budaya di Bojonegoro akan menjadi sektor unggulan dalam meningkatkan PAD setelah sektor Migas. 

“Kami yakin, setelah ini pendapatan daerah dari wisata akan meningkat. Lompatannya akan sangat tinggi sekali,” ujarnya saat Pers Conference bersama Media di Pendopo Malowopati usai Workshop Pagelaran Seni bersama 5 Negara, beberapa waktu lalu.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *