SuaraBanyuurip.com – Dalam rangka memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan transparansi bisnis di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) bersama jajaran BUMD Bojonegoro menginisiasi kegiatan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan bagi BUMD Kabupaten Bojonegoro di Gedung Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Selain Bupati Wahono, hadir pula Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Manusia serta perwakilan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro. Forum ini diikuti secara aktif oleh jajaran direksi dari seluruh entitas BUMD Bojonegoro, di antaranya Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Buana beserta tim, Plt. Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Bojonegoro beserta tim, Direktur Utama PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) beserta tim, Direktur Utama Perumda Pangan Mandiri beserta tim, dan Plt. Direktur Utama Griya Dharma Kusuma (GDK) beserta tim.
Dalam instruksinya, Bupati Wahono menekankan pentingnya bagi setiap BUMD untuk menjaga tata kelola yang baik, khususnya dalam menyajikan laporan keuangan secara objektif dan berkala. Menurut Bupati Wahono, aspek akuntabilitas dan transparansi adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik serta investor terhadap kinerja korporasi BUMD.
“Penting bagi BUMD menjaga tata kelola yang baik, khususnya dalam menyajikan laporan keuangan. Karena meskipun pendapatan meningkat, kalau tata kelola tidak bagus, publik tidak akan percaya,” tegas Bupati Wahono saat memberikan arahan.

diacara Workshop Penyusunan Laporan Keuangan bersama Jajaran BUMD Bojonegoro.(istimewa)
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT ADS, Mohammad Kundori, dalam laporan pembukanya menyampaikan komitmen penuh BUMD untuk terus mencermati perbaikan sistem pelaporan di internal perusahaan.
“Kami di lingkungan BUMD akan mencermati betul tata kelola perusahaan, khususnya dalam neraca keuangan atau laporan keuangan agar selaras dengan target kepatuhan regulasi,” ujarnya.
Memasuki sesi diskusi inti, workshop ini menghadirkan narasumber ahli, Handoko Utomo dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Achsin Handoko Tomo asal Jakarta. Dalam pemaparannya, ia membedah beberapa poin krusial, mulai dari penyelarasan standar regulasi BUMD dengan standar akuntansi keuangan (SAK) terbaru, bedah sisi aset aktiva, bedah sisi kewajiban dan ekuitas, hingga teknik transformasi data keuangan menjadi sebuah laporan yang komunikatif.
Materi tersebut memicu respons positif dan diskusi interaktif dari para pimpinan BUMD yang hadir. Direktur Utama PT BBS, M. Nur Faqih, menyampaikan pandangannya bahwa penyajian data keuangan tidak boleh hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif, melainkan harus fungsional bagi masyarakat luar.
“Laporan keuangan BUMD harus mudah dibaca oleh publik, agar pesan serta performa riil yang disampaikan oleh perusahaan juga bisa dipahami secara utuh oleh publik,” tanggap Faqih.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Buana, M. Khairul Anwar, menggarisbawahi pentingnya keseragaman indikator baku antar-perusahaan daerah. Dirinya berharap forum ini menghasilkan standar baku yang paling komprehensif dalam penyusunan laporan keuangan BUMD sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dari sudut pandang lain, Direktur Utama Perumda Pangan Mandiri, Choirul Huda, menilai asistensi teknis seperti ini sangat krusial dalam mempercepat adaptasi internal.
“Penting untuk menguatkan pemahaman internal BUMD dalam prinsip pelaporan keuangan. Karena Perumda Pangan Mandiri ini baru berdiri di Bojonegoro, penyamaan persepsi akuntansi sejak awal akan meminimalisir risiko kekeliruan di masa depan,” ungkap Choirul Huda.
Melalui sinergi pelatihan ini, seluruh pimpinan BUMD Bojonegoro berkomitmen untuk mengimplementasikan arahan Bupati Wahono ke dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan, guna melahirkan ekosistem bisnis daerah yang sehat, akuntabel, dan tepercaya di mata publik.(red)





