Desa Sidorejo Ubah Suasana Mencekam Jadi Menyenangkan

Pilkades Sidorejo damai

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi satu-satunya di Kabupaten Blora bahkan Indonesia yang mengkolaborasikan seni budaya dengan pesta demokrasi. Suasana mencekan yang biasanya dirasakan masyarakat ketika berlangsungnya pemilihan kepala desa (Pilkades) kini perlahan mulai disingkirkan dan diubah menjadi lebih damai dan menyenangkan.

Seni dan budaya dipertontonkan kepada warga setempat dalam pesta rakyat dan festival budaya desa dalam rangka pilkades yang diikuti dua calon. Yakni Agung Heri Susanto, mantan Kepala Desa Sidorejo yang juga calon kepala desa melawan Istrinya sendiri Retno Dewi Rustyaningsih.

Dalam proses festival budaya itu juga menyediakan doorprize menarik, yang membuat warga tertatarik. Ada 45 unit sepeda serta puluhan hadiah lainnya.

“Kalau hanya hadiah saja kan jadi tidak menarik. Jadi kami kemas dalam bentuk festival budaya desa,” ujar Agung, Minggu (4/8/2019) kemarin.

Menurutnya, gelaran seni dan budaya desa maupun penyediaan doorprize tersebut bukan karena merasa khawatir tidak ada warga yang memilih. Namun, lebih dari itu, karena demokrasi ini adalah pesta rakyat, jadi perlu dibuat lebih damai dan menyenangkan. Tidak ada lagi suasana mencekam yang biasanya dirasakan masyarakat karena saling mencari simpati massa untuk calon yang didukungnya.

Baca Juga :   Dengar Keluhan Pedagang, Sukur Priyanto Sidak Pasar Kota Bojonegoro

“Berapapun yang datang dan memilih, itu sudah cukup,” kata dia.

Terlebih, lanjut dia, seperti yang  diinstruksikan Presiden untuk mengembangkan potensi wisata desa.

“Nah yang kami tonjolkan disini adalah seni budaya Blora. Bukan hanya pakaian adat, tapi ada seni lain seperti barogan, campur sari, gamelen, dan ada yang lain,” tandasnya.

Ini adalah pioner. Diharapkan bisa dicontoh untuk pemilihan umum lain. Seperti Pileg mupun pilkada.

“Kita ciptakan pesta demokrasi yang damai dan menyenangkan dengan seni budaya,” ungkapnya.

Sekretaris Jendral Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) ini, pemililihan kepala desa yang dikolaborasikan dengan pesta rakyat ini adalah satu-satunya di Indonesia.

“Pesata rakyat bertema Festival ini sesuai hasil musyawarah warga dan semua lembaga desa. Biaya ditanggung swadaya masyarakat, sponsor, bantuan lain tidak mengikat,” ungkapnya.

Di tambahkan, bahwa antara panitia pilkades dengan panitia pesta rakyat dipisahkan.  “Anggaran tetap Rp68 juta untuk pilkades,” terangnya.

Terpisah, Ketua Panitia Pilkades, Ratno membenarkan, bahwa antara panitia pilkades dengan panitia pesta rakyat, terpisah.

Baca Juga :   Final, Rekom Gerindra Turun untuk Pasangan Setyo Wahono-Nurul Azizah di Pilbup Bojonegoro

“Dalam waktu bersamaan dimulai. Kami start pukul 07.00 WIB. Sementara karnaval juga berjalan,” terangnya.

Adapun hasil pemungutan suara Pilkades, Agung Heri Susanto peroleh suara terbanyak yaitu 1.375 suara. Sementara Retno Dewi Rustyaningsih, hanya memperoleh suara 130 suara. Sebanyak 25 suara rusak.

Menurutnya, dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2.009, sebanyak 1.613 surat undangan tersebar. Sebab banyak perantau yang tidak pulang kampung. Sementara yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 1.530 orang.(ams) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *