SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pembongkaran perpustakaan mini (micro library) yang terletak di alun-alun Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bukan karena kesalahan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), namun karena permintaan Bupati Anna Mu’awanah.
Perpustakaan mini tersebut, merupakan program tanggung jawab perusahaan (corporate social responsibility/CSR) yang diberikan oleh operator Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, EMCL sesuai permintaan Pemkab Bojonegoro pada pemerintahan Bupati Suyoto pada tahun 2019.
“Jadi, pembongkaran perpustakaan mini bukan karena kesalahan EMCL, tapi berdasarkan permintaan bupati,†kata Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Doni Ariyanto, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (7/8/2019) di kantor setempat.
Menurutnya, sebelum dilakukan pembongkaran, akan dilakukan audit internal terlebih dahulu berdasarkan permintaan pemerintah sebelumnya.
Sehingga, tidak serta-merta akan dibongkar seperti yang diperintahkan melalui surat rekomendasi yang ditandatangani Pj Sekretaris Daerah, Yayan Rohman saat masih menjabat kala itu.
“Dilihat dulu ya, pembongkarannya nanti seperti apa,†tukasnya.
Sementara itu, informasi yang diterima Suarabanyuuriop.com menyebutkan jika Pemkab Bojonegoro memerintahkan EMCL untuk membongkar bangunan. Sampai saat ini, belum ada lokasi pengganti bangunan yang bahan materialnya didatangkan dari luar negeri.
Di konfirmasi terpisah, Humas dan Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, lahan yang digunakan membangun perpustakaan mini (alun-alun), akan dikembalikan seperti semula sesuai fungsinya sebelum didirikannya bangunan.
“Kami akan mengembalikan fungsi lahan sebelum dibangun perpustakaan sesuai arahan Pemkab Bojonegoro,†pungkasnya.(rien)