SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga Ring 1 Lapangan Migas Sukowati Pad B, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan melakukan unjuk rasa damai untuk menyampaikan petisi kepada Bupati Anna Muawanah.
Demo damai akan dilaksanakan di Pendapa Pemkab Bojonegoro, Rabu (14/8/2019) besok. Unjuk rasa rencannya diikuti puluhan warga. Merka akan berjalan kaki dari lokasi pembangunan Pasar Desa Ngampel.
Koordinator Lapangan (Korlap) Demo, Pamuji menjelaskan unjuk rasa besok sebagai bentuk protes warga kepada Bupati Anna Muawanah karena belum menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB), sehingga mengakibatkan pembangunan Pasar Ngampel terhambat.Â
Padahal, lanjut dia, keberadaan Pasar Ngampel untuk mengurangi penggangguran setelah berhentinya Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) Migas Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) mengelola sumur Lapangan Sukowati.
“Sejak 2016 lalu, warga Ngampel berhenti bekerja dari Lapangan Sukowati, dan mengandalkan pasar desa. Tapi sampai sekarang pasar belum bisa dibangun karena izinya belum diterbitkan bupati,” tegas tokoh masyarakat desa setempat kepada suarabanyuurip.com, Selasa (13/8/2019).
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Yanti, mengungkapkan, jika pengajuan IMB Pasar Desa Ngampel masih ada berkas yang belum dilengkapi.
“Belum ada izin pemanfaatan tanah dari Bupati, izin itu ranahnya Dinas PMD,” tukasnya.
Sekretaris Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) Bojonegoro, Juwono, menyebutkan, jika izin pemanfaatan tanah dari Bupati Anna Muawanah masih dalam proses.
“Izinnya masih proses,” pungkasnya.(rien)