Demo Pasar Ngampel, Pudjianto : Bupati Hambat Investasi

Bupati Hambat Investasi

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Kepala Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Pudjianto mengaku telah mengajukan surat permohonan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Ijin Bangun Guna Serah Pasar Desa setempat kepada Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu (DPMPSP) pada 1 Agustus 2018.

“Sudah setahun kami ajukan, tapi hingga sekarang ijin yang dimohonkan belum juga diterbitkan,” ujarnya saat memimpin demo warganya di Kantor Pemkab Bojonegoro, Rabu (14/8/2019).

Berdasarkan penjelasan yang diterima dari petugas pelaksana DPMPSP Bojonegoro, lanjut dia, belum diterbitkannya IMB Pasar Desa Ngampel, karena Bupati Anna belum mau menandatangani Ijin Bangun Guna Serah Pasar yang diajukan oleh Pemerintah Desa Ngampel. 

“Bupati tidak mau tandatangan tanpa alasan jelas,” tegasnya.

Akibatnya tidak diterbitkannya Ijin Bangun Guna Serah Pasar oleh Bupati  Bojonegoro, Anna Muawanah, penerbitan IMB tidak dapat ditindaklanjuti oleh DPMPSP.  

“Ini merugikan investor yang sudah berinvesti untuk pembangunan Pasar Ngampel,” tandasnya.  

Dari pantauan di lapangan, 50 an warga ring satu Lapangan Migas Sukowati-sebutan lain Desa Ngampel- itu tidak diperbolehkan masuk ke Pendapa Pemkab Bojonegoro. Gerbang masuk dijaga ketat oleh petugas kepolisian dan Satpol PP.

Baca Juga :   Pertamina Pinjami Lahan Pendirian Menara Hilal

Demo damai dimulai dari lokasi pembangunan pasar di Jalan Pemuda. Warga baik laki-laki maupun perempuan berjalan kaki membawa spanduk dan poster sambil bersholawatan menuju Kantor Pemkab. 

Sebelumnya, Kepala Seksi Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Yanti, mengungkapkan, jika pengajuan IMB Pasar Desa Ngampel masih ada berkas yang belum dilengkapi. Yakni izin pemanfaatan tanah dari Bupati. 

“Itu ranahnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa,” tukasnya.(rien)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *