PI Randugunting Dipresentasikan ke Gubernur Jateng

Dirut PT BPE

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Samprno

Blora – Participating Interest (PI) atau penyertaan modal untuk Blok Randugunting telah disosialisasikan kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Sebagaimana diketahui, Lapangan Randugunting membentang di dua Kabupaten. Blora dan Rembang Jawa Tengah.

 
Sekarang ini, Pertamina Hulu Energi (PHE)  Randugunting tengah melakukan persiapan untuk melakukan produksi sumur RGT 2 di Desa Krikilan Kecamaran Sumber Kabupaten Rembang.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dengan Gubernur Jawa Tengah,” ujar Eko Broto, Field Relations PHE, Kamis (15/8/2019).

Namun, dirinya tidak menyebutkan secara pasti waktu dilakukannya sosialisasi tersebut.Menurutnya, PI itu memang seharusnya ditawarkan kepada pemerintah setempat.

“Karena memang itu sudah aturannya,” ungkap Eko.

Dalam pembagiannya, kata dia, berada kewenangan Kementerian Keuangan. Sebelumnya, Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE), Christian Prasetya menyampaiakan, bahwa Kabupaten Blora berhak memperoleh PI Randugunting. Sebab, pelamparan (penyebaran) reservoir cadangannya terletak lebih dari satu kabupaten.

Pembagian persentase saham dikoordinasikan oleh Gubernur dengan melibatkan bupati yang wilayahnya terdapat lapangan tersebut. Pemkab Blora wajib melakukan koordinasi dengan BUMD Rembang dan Jawa Tengah.

Baca Juga :   Dewan Tanyakan Kepastian PJBG Gas Sukowati

Menurut dia, prosentase saham Pemkab Blora dan Pemkab Rembang, berdasarkan basis reservoir migas. Dalam kasus PI Blok Cepu resevoir migas yang melakukan kajian adalah IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia).

Untuk mendapatkan penawaran PI 10 % Lapangan Randugunting, lanjut dia, Pemkab Blora bisa menyiapkan 2 BUMD. Atau Perseroan Terbatas yang sahamnya 99% dimiliki Pemkab.Mengaca dari PI Blok Cepu, BUMD tidak melakukan kegiatan usaha selain keikutsertaan PI.

“PT. BPE tidak dapat ditunjuk karena holding company. Tetapi PT. BPE dapat mengelola jika membentuk anak perusahaan yang secara khusus mengelola PI 10%. Karena saham PT. BPE adalah mayoritas milik Pemkab Blora,” ujarnya.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *