SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Sebanyak 50 hektar (ha) lahan hutan di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah, terbakar. Total luas lahan hutan KPH Cepu mencapai 32 ha. Itu dikatakan Dhadut Sujanto, Administratur KPH Cepu, Kamis (15/8/2019).
Menurut dia, Perhutani telah membentuk tim untuk mengusut penyebab kebakaran hutan yang terjadia di wilayahnya.
“Kita sudah membentuk tim yang dibantu oleh Polri untuk menanggulangi kebakaran hutan. Namun belum diketahu penyebabnya,” kata dia.
Dihari yang sama, juga terjadi kebakaran lahan hutan di pinggir jalan Cepu-Blora KM 7 wilayah Kecamatan Sambong. Kebakaran lahan hutan tersebut mengakibatkan kepulan asap dan berpotensi mengganggu pengguna jalan yang melintas.
Dadhut menjelaskan, lahan hutan yang terbakar kurang lebih 2 ha. Terletak di Resor Pemangku Hutan Kejalen Bagian Kesatuan Pemangku Hutan Ledok KPH Cepu.
Agar tidak meluas, lanjut Dadhut, pihaknya beserta anggota Polsek Sambong berusaha semaksimal mungkin memadamkan api dengan cara manual.
“Perhutani di bantu Polsek Sambong dan warga memadamkan dengan cara apinya dikebyoki,” ujarnya.
Belum diketahui penyebab kebakaran lahan hutan tersebut. Namun kepulan asap mengakibatkan sejumlah pengguna jalan menjadi terganggu.
“Iya kalau terbakar begini ya merasa terganggu mas. Asapnya kan tebal mengganggu pandangan mata,” kata Wargiyo salah satu pengguna jalan warga asal Kecamatan Jepon.
Sementara itu, Giyanto seorang pencari rumput di sekitar lokasi mengatakan kejadian kebakaran seperti ini sudah sering terjadi pada musim kemarau. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya kebakaran itu.
“Kalau mengganggu jelas mengganggu. Ini kan sudah sering terjadi kalau musim kemarau,” ungkapnya.Â