Upacara Ditengah Sawah Agar Tak Jadi Pegawai Semen

Upacara tengah sawah

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Tuban -   Peringatan hari kemerdekaan diperingati dengan unik oleh warga Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Desa yang letaknya tidak jauh dari pabrik Semen itu, melaksanakan upacara peringatan 17 Agustus di tengah sawah desa setempat.

Ratusan warga dari anak-anak hingga dewasa rela berpanas-panasan untuk ikut upacara pengibaran bendera merah putih.  Mereka sejenak melepaskan kesibukan, yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Uniknya lagi, dalam upacara ini bertemakan petani. Semua petugas upacara mengunakan pakaian petani. Seperti topi caping, kaos lusuh dan sepatu bot. Itu sebenarnya adalah pakaian keseharian mereka. 

Sedangkan pembina upacara, sebelum upacara dimulai, berkeliling menaiki traktor melihat kesiapan pasukannya.

Juliyanto, ketua panitia pelaksanaan upacara, mengatakan, upacara yang mengambil tema tani itu, bertujuan menganggkat kembali jati diri warga desanya yang asli, yakni  sebagai petani. 

“Agar petani di desa kami lebih semangat,’’ ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima suarabanyuurip.com (17/8/2019).

Sebab, lanjut dia, desanya masuk dalam ring-1 Semen Indonesia yang sebagian warganya bekerja pada perusahaan pelat merah itu. Sebagian lain, masih eksis sebagai petani. 

Baca Juga :   Kedungsumber, Desa Blank Spot Jadi Peserta Lomba Keterbukaan Informasi Publik

Diharapkan, dengan adanya upacara di tengah sawah itu, pemuda desa  bisa kembali menghidupkan sawah mereka.

“Biar tidak berharap jadi pengawai semen saja, tapi juga jadi petani,”  imbuhnya.

Di akhir kegiatan, warga berkesempatan  mendapatkan doorprize berupa alat pertanian dan pupuk. “Peserta upacara kami beri kupon dan kami undi diakhir acara,” pungkasnya.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *