Dua Jabatan Kosong, Pelayanan Masyarakat Campurejo Terkendala

Plt Sekdes Campurejo

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Kosongnya dua jabatan strategis di Pemerintah Desa (Pemdes) Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat pemberian pelayanan sebagian masyarakat menjadi terkendala.

Dua jabatan strategis pemdes ring 1 Lapangan Migas Sukowati yang kosong tersebut adalah kepala desa dan sekretaris desa (Sekdes).

Seorang warga setempat, Amanah (37), mengungkapkan, kerabatnya harus mengurungkan niat untuk menikah bulan ini karena tidak ada pejabat yang menandatangani surat keterangan dari desa.

“Ya terpaksa diundur, menunggu pelantikan Kepala Desa,” ujar ibu dua anak ini kepada Suarabanyuurip.com, Senin (19/8/2019).

Selain itu, agenda tahunan memperingati hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada bulan Agustus juga terpaksa belum bisa dilaksanakan.

“Sepertinya bulan ini sepi, tidak ada kegiatan apapun dari desa. Sedangkan desa lainnya semua ramai merayakan hari kemerdekaan,” imbuh wanita yang bekerja disalah satu lembaga perbankan.

Terpisah Plt Sekdes Campurejo, Sunoto mengaku, tidak semuanya pelayanan masyarakat terganggu. Ada beberapa item saja yang belum bisa dilaksanakan sebelum kepala desa terpilih dilantik.

Baca Juga :   DPRD Bojonegoro Jadwalkan Ulang Paripurna 6 Raperda

“Pelantikannya masih awal September mendatang,” imbuhnya.

Pihaknya membenarkan ada empat berkas pengajuan surat keterangan menikah yang dipending karena membutuhkan tanda tangan kepala desa definitif.

“Kasihan kalau dipaksanakan nanti buku nikahnya juga tidak akan ada tanda tangannya dari desa. Lebih baik menunggu,” imbuhnya.

Selain itu, sekarang ini Pemdes tidak bisa melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan anggaran atau melaksanakan APBDes.

“Tetap harus ada persetujuan dari kepala desa,” tandas pria berkumis lebat.

Diakui, kegiatan rutin peringatan Hari Kemerdekaan RI tetap akan dilaksanakan. Tapi pelaksanaannya pada Bulan September mendatang. Baik itu gerak jalan, karnaval, lomba, maupun sedekah bumi.

“Apalagi, kalau ada bantuan dari Pertamina EP Aset 4 kami tidak berani menerima,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *