Simulasi, Pertamina di Demo Warga

Simulasi demo MGS Menggung

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Area penampungan minyak mentah (Main Gathering Station/MGS) Menggung, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, tedengar suara sirine keadaan bahaya. Pasukan keamanan dikerahkan. Pemadam kebakaran juga diterjunkan. Kerumunan warga dengan teriakan keras dalam aksi simulasi demo menuntut tanggung jawab dari Pertamina, Rabu (28/8/2019).

Aksi tersebut bukanlah kondisi sebenarnya. Hanya simulasi penanganan keadaan darurat yang dilaksakan Pertamina. Kegiatan tersebut untuk mengetahui kesiapan personil dalam menghadapi keadaan darurat.

Environment Staff HSSE Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Astika Titistiti, menyampaikan, bahwa awal pihaknya ingin Drill (Latihan) kepada pihak ketiga yang bekerja di Pertamina. Untuk melihat respon pekerja ketika melihat kadaan darurat. Kesempatan itu juga melibatkan pasukan Dalmas dari Satbinmas Polres Blora, Jawa Tengah.

Kemudian, lanjut dia, diskalasikan dengan mengaktifkan tim Penanggulaan Keadaan Darurat (PKD) dari MGS Menggung. “Responnya seperti apa,” kata Astika Titistiti, kepada Suarabanyuurip.com, usai simulasi.

Lalu diskalasikan lagi. Dengan kedaan makin heboh dengan adanya api. Sehingga tim Fire-ter (pemadam kebakaran) diharuskan turun. “Akibat adanya kejadian seperti ini, ada huru-hara di masyakat. Jadi security ikut turun,” jelasnya.

Baca Juga :   Sekab Bojonegoro Tuding JOB-PPEJ Monopoli Naker

Karena ada kejadian itu, masyarakat jadi resah. Lalu ada huruhara di masyarakat yang resah. Muncul tuntutan dari masyarakat. Mint kompensasi. Makanya, kata dia,  ada tim untuk negosiator. Bagaiamana menghadapi masyarakat yang emosi. Terjdi huru hara. Lalu menangkap aktornya untuk negosiasi.

“Jadi menembak banyak pihak. Pihak ketiga ikut dilatih, tim PKD dari MGS menggung juga dilatih, pemadam kebakaran dilatih, security-pun juga ikut dilatih,” ungkapnya.

Dijelaskan, bahwa simulasi itu ditaergetkan untuk meningkatkan kompetensi pihak tersebut dalam kedaan darurat.

“Harapannya nanti, untuk keadaan besar seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun dua kali,” ujarnya.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *