Amdal Produksi Blok Cepu 225.000 Bph Proses di KLH

Amdal Produksi Blok Cepu 225.000 BPH Proses di KLH

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Jakarta – Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Djoko Siswanto menyampaikan saat ini produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dimaksimalkan hingga 225 ribu barel per hari (Bph). 

“Untuk saat ini, cukup segitu saja besaran produksinya. Kalau lebih dari itu takut terjadi accident,” katanya kepada suarabanyuurip.com, pada IPA Convex 2019 di JCC, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Dijelaskan, Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sekarang ini sedang memproses perubahan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Sekarang sudah proses, jadi besaran 225 ribu Bph masih uji coba. Setelah ADMALnya selesai langsung genjot,” tandasnya.

Keberadaan Lapangan Kedung Keris yang mendukung produksi Blok Cepu nantinya, menurut Djoko, justru menjadi penyeimbang produksi sekarang. Diperkirakan Lapangan Migas yang berada di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu tersebut akan mulai produksi 5000 sampai 10.000 Barel per hari (Bph) pada akhir tahun 2019 ini.

Baca Juga :   Pertamina Tambah Penyalur di Pusat Ekonomi Desa

“Tidak ada yang dipaksakan ya produksi migas di Blok Cepu, besaran maksimal sekarang ini lebih pada optimalisasi saja,” pungkasnya.

Produksi minyak Banyu Urip, Blok Cepu dari 45 sumur. Rinciannya 30 sumur produksi dan sisanya injeksi.

Cadangan minyak Banyu Urip sebesar 729 juta barrel. Cadangan tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari sebelumnya sebanyak 450 juta barel yang diumumkan  EMCL pada April 2001.(rien)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *