Air Bengawan Solo Tercemar Pewarna Tekstil

Air bengawan solo keruh

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Air Bengawan Solo yang mengalir hingga wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang dikeluhkan warga Kradenan selama ini karena keruh telah terjawab. Dari hasil pemeriksaan Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah pada bulan Agustus terbukti mengandung zat pewarna tekstil. Selain itu, juga terdapat bakteri Escherichia Coli (E Coli) yang cukup tinggi.

“Bakteri E Coli ini sendiri berasal dari rumah tangga,” kata Kepala DLH Kabupaten Blora, Dewi Tedjowati, kepada Suarabanyuurip.com baru-baru ini.

Dewi menjelaskan, pihaknya berencana akan melakukan penyusuran bengawan solo dari hilir ke hulu. Untuk mencari tahu, apakah ada kegaiatan yang melanggar.

“Apakah ada kegiatan yang berpotensi mencemari lingkungan,” jelasnya.

Sementara, dari DLH Provinsi Jawa Tengah, akan menyisir dari hulu. Ditambahkan, selama ini masalah tersebut sering dilaporkan kepada Provinsi. Namun saat didatangi, kondisi bengawan solo tidak sekeruh seperti saat dilaporkan.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, sampai saat ini air dari PDAM yang air bakunya dari bengawan solo dipastikan aman untuk dikonsumsi. Karena dirinya juga sebagai pelanggan PDAM.

Baca Juga :   44 Waduk Mengering Lamongan Terancam Paceklik

“Pastinya, sebelum dialirkan ke pelanggan, diuji terlebih dahulu,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, selama pelaksanaan Jambore Derah kemarin, air dari bengawan solo bening.

“Airnya juga lancar,” tandasnya.

Mengetahui hal itu, warga Kecamatan Kradenan, merasa terjawab atas keheranannya beberapa waktu belakangan ini.

“Pantes sering pladu (ikan muncul ke permukaan, karena keracunan atau mabuk),” ujar Zaki Bachroni.(ams) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *