SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Migas, Pertamina EP Asset 4 menyatakan, selalu mengedepankan Health, Safety, and Environment (HSE) dalam operasinya, termasuk di Lapangan Sukowati yang berpusat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.Â
“Jadi itu sudah menjadi standart operasi kita bahwa dalam setiap kegiatan selalu mengedepankan aspek HSE,” kata Public Relations Manager Pertamina EP Hermansyah Y Nasroen, kepada suarabanyuurip.com saat ditemui di Semarang, Selasa (17/9/2019) lalu.
Sehingga, lanjut dia, mitigasi terhadap resiko yang kemungkinan terjadi sudah dilakukan. Termasuk mengantisipasi aksi teror yang mengancam keberadaan Lapangan Sukowati sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas).
“Kita sudah antisipasi, selain HSE juga pengamanan obvitnas dengan melibatkan TNI dan Polri,” tegasnya.Â
Pengamanan tersebut, tidak hanya di Well Pad A dan Pad B di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, tetapi juga Central Processing Area (CPA) di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
“Untuk CPA sendiri, ada control room-nya. Jadi, baik penyaluran dan penampungan minyaknya sudah menggunakan alat yang canggih,” tegasnya.
Produksi Lapangan Sukowati sekarang ini sebesar 9.300 barel per hari (Bph). Sementara tangki-tangki di CPA memiliki kapasitas penampungan minyak sebesar 15.000 Bph. (rien)