SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menilai program pengurangan tenaga kerja di Bojonegoro masih belum maksimal.
“Pemkab Bojonegoro harus memaksimalkan program pelatihan kerja agar masyarakat bisa berwirausaha,” kata Anggota DPRD dari dari Fraksi Partai Amanah Nasional (PAN), Lasuri, Jumat (20/9/2019).
Menurutnya, selama ini, peluang pekerjaan yang masih diminati adalah di industri minyak dan gas bumi. Meski masa kerja singkat, namun pendapatan tiap bulan dinilai sangat besar dibanding pekerjaan lainnya.
“Sampai saat ini, yang paling diminati adalah industri migas. Kita harus merubah mainset itu,” tegasnya.
Pihaknya meminta agar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja juga memperhatikan para pekerja dari Lapangan Kedung Keris, Blok Cepu, yang sebentar lagi kontrak kerjanya akan berakhir.
“Harus diantisipasi sebenarnya, adanya pengangguran usai kontrak mereka habis,” imbuhnya
Sebelumnya, Humas PT Meindo Elang Indah, Anan D Prasetyo, mengungkapkan, ada sekitar 500 pekerja yang mengerjakan pipanisasi dari Lapangan Kedung Keris ke Lapangan Banyu Urip akan habis masa kontraknya pada Nopember 2019 mendatang.
“Semua pekerjaan tuntas pada Nopember mendatang sekaligus pekerjanya juga,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Agus Suprianto belum memberikan keterangan.
“Saya masih rapat,” ujarnya singkat. (rien).