Luka Tak Wajar, Polisi Selidiki Kematian Warga Klagen

Polres Blora selidiki kematian Ratmiati Klagen

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Polres Blora, Jawa Tengah, selidiki peristiwa kematian Ratmiati (36), warga RT 2/2, Dukuh Guyung, Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, pada Rabu (25/9/2019) malam. Sebab, ada keganjilan atau tidak wajar dalam kematian korban setelah diperiksa oleh tim Medis RS PKU Muhammadiyah Cepu.

Peristiwa itu bermula, saat korban ditemukan tergeletak di kamar mandi oleh Sukardi suami korban. Seketika itu, Sukardi pun minta tolong ketetangga.

Menurut Gunawan kerabat korban, saat itu suami korban pulang dari warung dan memanggil istrinya. Karena tidak ada jawaban, Sukardi mencarinya lalu menemukan istrinya sudah tergeletak di kamar mandi. Kemudian Sukardi minta tolong ke tetangga.

“Saat itu saya dimintai tolong untuk mengantar korban ke RS PKU Cepu dengan menggunakan mobil. Dalam perjalanan, korban masih bisa menggerakkan tangannya,” ujar Gunawan saat ditemui Suarabanyuurip.com dilokasi kejadian, Kamis (26/9/2019).

Beberapa saat kemudian, pihak RS PKU memberitahu kepada keluarga korban bahwa korban sudah meninggal dunia.

“Berdasarkan keterangan pihak PKU, ada bekas luka yang diduga tidak wajar pada kepala korban. Kemudian pihak keluarga menghubungi Polsek Kedungtuban,” ungkapnya.

Baca Juga :   Warga Ancam Duduki Baldes Sampai Tuntutan Dipenuhi

Mendapat laporan, anggota Polsek Kedungtuban beserta tim Inafis Polres Blora yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Herry Dwi Utomo, langsung memasang garis polisi dirumah korban dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara ( TKP).

“Berdasarkan keterangan petugas rumah sakit, ada 9 bekas luka yang tidak wajar pada kepala korban,” ujar Herry.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi mengamankan baju korban yang masih berlumuran darah.

“Barang bukti yang diamankan baju korban,” ujarnya.

Sebelum meninggal dunia korban memiliki uang Rp13 juta. Saat polisi melakukan olah TKP, ditemukan uang Rp2 juta yang ditaruh diatas tempat tidur.

Diketahui, Korban meninggalkan 2 anak, yang pertama masih duduk di bangku SMP dan anak kedua berusia dibawah lima tahun.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *