SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro periode 2019-2022, akhirnya terbentuk, Sabtu (28/9/2019). Empat pengurus terpilih secara aklamasi.
Ke empat pengurus tersebut adalah M. Yazid sebagai Ketua PWI Bojonegoro, M Nurkozim sebagai Sekretaris, dan Andik Setyobudi sebagai bendahara. Pelantikan dilakukan pengurus PWI Jatim di MCM Hotel and Resto.
Berikut profil para pengurus baru PWI Bojonegoro periode 2019-2022.
M. Yazid Yazid selama ini menjadi wartawan di media siber atau online blokBojonegoro.com. Hampir 10 tahun Yazid berkecimpung didunia kewartawanan. Kepiawaiannya tidak diragukan lagi. Posisinya kini di blokBojonegoro sebagai asisten redaktur.
Selain menjadi wartawan, Yazid aktif di sejumlah organisasi. Mulai di badan otonom (banom) Nahlatul Ulama hingga di Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro. Dia juga menjadi aktivis aliansi pita merah. Komunitas peduli pengidap HIV/Aids.
Pembawaanya supel, dan mudah bergaul. Yazid dikenal sangat akrab dengan aktivis mahasiswa. Dia juga memiliki pergaulan yang cukup luas. Dengan pengalamannya tersebut diyakini akan menjadikan PWI Bojonegoro kedepan semakin besar.
M. Nurkozim, adalah wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro. Pria asli Lamongan itu mulai bergabung dengan Radar Bojonegoro sejak 2013 silam. Sebelum berkecimpung didunia jurnalis, Nurkozim adalah guru di salah satu SMK swasta di wilayah Lamongan.
Hobinya membaca dan menulis sejak kecil. Nur Kozim juga kerap menjadi trainer pelatihan jurnalis. Terutama di sekolah-sekolah di Bojonegoro.
Ia juga memiliki kemampuan public speaking atau kemampuan berbicara di depan publik yang mumpuni. Itu diperolehnya saat menjadi aktivitas Pemuda Muhammadiyah di wilayah Lamongan. Jauh sebelum menjadi wartawan.
Selain berkecimpung di dunia jurnalis, Nurkozim juga suka berbisnis. Bapak satu anak itu merintis bisnis kuliner Sejak 2017 lalu. Jatuh bangun mengelola usaha sudah biasa dialami. Kini dia tengah merintis bisnis baru.
Penunjukkan Nurkozim sebagai sekretaris diharapkan bisa membawa PWI Bojonegoro lebih baik. Baik secara kualitas maupun kuantitas.
Andik Setyobudi adalah satu diantara sedikit wartawan Radio di Bojonegoro. Andik, begitu ia disapa, sudah menjadi wartawan sejak 1997. Mulai radio lokal hingga kini di Radio Elshinta. Radio berita yang berbasis di Jakarta.
Andik memiliki selera humor tinggi. Pandai membawa suasana. Mempunyai kemampuan lobi-lobi yang bagus. Narasumber yang tidak bisa tertawa akan ngakak di depan pria ini.
Kehadiran Andik di kepengurusan baru PWI akan membawa warna baru. Tidak kaku.Â
Andik kini juga tengah merintis bisnis. Yakni, bisnis ternak itik. Satu ekor itik hasil ternaknya bisa laku hingga Rp 400 ribu.
Ririn Wedia merupakan wartawati dibalik suksesnya konferensi PWI Bojonegoro. Ririn, sapaan akrabnya, memiliki semangat berapi-api untuk membentuk PWI baru. Mengalahkan para pengurus lainnya. Hingga acara usai.
Di kepengurusan PWI Bojonegoro baru ini, Ririn menempati posisi strategis. Yakni, Divisi keanggotaan. Dialah nantinya yang akan mengurus semua keanggotaan PWI. Baik yang baru maupun yang lama. Semua harus melalui persetujuannya.
Selama ini Ririn berkarir di SuaraBanyuurip.com. Media siber yang khusus memberitakan berbagai masalah minyak dan gas (migas) dan pertambangan. Berbagai masalah migas sangat dikuasai. Jaringannya diperusahaan migas tak perlu dipertanyakan lagi.
Masuknya Ririn dipengurusan ini nantinya akan menjadi warna tersendiri bagi PWI Bojonegoro. Tentunya akan membawa PWI Bojonegoro semakin maju, jaya dan berdaya saing.(Rien)