Pertamina EP Field Sukowati Lakukan Inovasi dan Efisiensi

Pep Asset 4 Sukowati

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Bojonegoro – Pertamina EP Field Sukowati melakukan pembenahan penggunaan Chemical PPD di Lapangan Sukowati, guna menjawab tantangan dari Pemerintah (red, SKK Migas) dan GM Pertamina EP Asset 4 Agus Amperianto, untuk efisiensi biaya operasi produksi khususnya untuk penggunaan Chemical.

Melalui inovasi terhadap evaluasi dan monitoring penggunaan Chemical PPD, Pertamina EP Field Sukowati,  mampu melakukan pengurangan penggunaan chemical PPD tanpa mengurangi mutu operasi produksi. Sekaligus berhasil menekan biaya atau melakukan efisiensi miliar rupiah.

Field  Manager Pertamina EP Field Sukowati Indarwan Harsoni, menjelaskan, inovasi dan efisiensi yang dilakukan ini adalah langkah berani yang telah dilakukan untuk keluar dari zona nyaman sejak alih kelola operator dari JOBPPEJ ke Pertamina EP. “Efisiensi dalam penggunaan Chemical ini besar artinya bagi Pertamina EP,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (28/9/2019) malam.

Keberhasilan memanfaatkan tantangan menjadi peluang, itu terwujud  setelah Tim CIP FTP-BBM dengan Fasilitator, Isrianto Kurniawan, pada awal tahun 2019 melakukan inovasi sistem evaluasi dan monitoring injeksi Chemical PPD, untuk pengiriman Minyak ke FSO. Sehingga mampu mengurangi pemakaian chemical PPD tersebut.

“Dengan begitu, Pertamina EP Field Sukowati tidak perlu menggunakan banyak Chemical PPD saat melakukan proses pengiriman minyak ke FSO,” kata Indarwan Harsoni.

Dia menjelaskan, dalam proses pengiriman minyak ke FSO diperlukan injeksi Chemical PPD,  yang berguna untuk menaikkan Pour point minyak.  Agar tidak terbentuk Wax sepanjang pipa.

Injeksi PPD sendiri, kata dia, sudah dilakukan sejak operator lama JOBPPEJ dengan dosis 300 PPM.  Dan evaluasinya, hanya menggunakan data Pigging dan hasil lab test Chemical PPD.

Dengan inovasi pada sistem evaluasi memakai data Pressure, Pigging, Field & laboratory test, menurut  dia, kebutuhan Chemical PPD hanya sedikit. Yaitu dengan dosis 50 PPM. Sehingga Pertamina EP Field Sukowati bisa melakukan penghematan.

“Total nilai penghematan sekira Rp8 Milyar setiap tahun. Itu belum termasuk nilai yang tidak bisa diukur. Yakni Segi Safety dan kemungkinan pencemaran lingkungan oleh bahan kimia,” tandasnya.

Keberhasilan melakukan inovasi ini, tegas Indarwan Harsoni,  juga memberi manfaat besar bagi Pertamina EP. Untuk menaikkan keuntungan jika produksi Minyak dan gas tidak dapat naik.

Inovasi yang dilakukan ini merupakan Continuous Improvement Program (CIP) yang merupakan Program Pertamina EP.  Untuk mendorong seluruh karyawan melakukan inovasi, demi kemajuan Perusahaan dan Negara. (Ams)

Baca Juga :   Vendor Liburkan Naker J-TB

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *