Pertamina Komitmen Dukung Batik Ramah Lingkungan

Perajin batik

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora -   Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, mendukung pengembangan batik ramah lingkungan dalam bentuk pemberian bantuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Batik, kepada Pengerajin Batik Pratiwi Krajan di Kelurahan Ngelo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah yang menjadi salah satu binaan Pertamina.

IPAL tersebut, nantinya untuk mengolah limbah batik dari produksi kelompok Pengerajin. Menyusul makin banyaknya jumlah produksi dan selama mereka kesulitan untuk mengolah limbah.

Government & PR Staff Pertamina EP Aseet 4 Field Cepu, Intan Anindita Putri, menjelaskan,  IPAL tersebut dibangun dengan kapasitas limbah cair sebanyak 20 M3 atau setara dengan 400 potong kain batik. Sistem pengolahan limbah, kata dia kesatuan dari ilmu Kimia, Biologi dan Fisika.

“Dimana air limbah yang dibuang ke lingkungan, mengikuti Permen KLHK nomor 5 tahun 2014 tentang ketentuan baku mutu air limbah industri tekstil,” ungkap Intan, Sabtu (28/9/2019) saat berada di lokasi pelatihan.

Disampaikan, dukungan itu bukan hanya berupa bangunan fisik IPAL. Pertamina juga memberikan pelatihan pengoperasiannya serta pengolahan daur ulang malam bekas.

Baca Juga :   Menteri Jokowi Apresiasi Program TJSL Pertamina di Pembukaan KTT ASEAN

Hari ini, kata dia, dilaksanakan pelatihan cara pengolahan limbah dan pengoperasian IPAL, serta daur ulang malam bekas di lokasi pengerajin Batik Pratiwi Krajan Kelurahan Ngelo Kecamatan Cepu

Ada 20 orang dari tiga  kelompok pengerajin binaan Pertamina yang mengikuti pelatihan tersebut.  Diantaranya, dari Kelurahan Ngelo Kecamatan Cepu, Desa Sumber Kecamatan Kradenan dan Desa Nglebur Kecamatan Jiken.

“Target penggunaan daur ulang malam  sampai 98%. Sehingga mendapatkan sertifikat industri hijau. Nantinya bisa menjadi batik ramah lingkungan,”  ujarnya.

Terpisah, Ketua Klaster Batik Pratiwi Krajan, Pancasunu Puspitosari, merasa sangat bersyukur dengan bantuan dari program Corporate Social and Responsibility (CSR) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

“Saya sangat berterima kasih sekali dengan bantuan dari CSR ini. Bisa dibayangkan, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat IPAL ini,” ungkapnya, disela-sela pelatihan.

Dengan dukungan itu, dia merasa tak canggung lagi kepada lingkungan masyarakat, terutama persoalan limbah. Justru dia bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa batik yang diproduksi sudah  ramah lingkungan.

Baca Juga :   Kontraktor EPC 5 Bantu Gorong-gorong

“Ini lho batikku sudah ramah lingkungan,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut dia, sudah ada bak limbah sederhana. Namun seiring  perjalanan waktu, kata dia, kulitas baku mutu air untuk dibuang ke lingkungan sudah mulai menurun. Seiring dengan banyaknya jumlah batik yang diproduksi.

“Jadi, kami ajukan lagi bantuan untuk pembuatan IPAL ini,” tandasnya.

Perwakilan Yayasan Sekar Mandiri, pendamping program, Anita Kusuma Wardhani, menyampaikan IPAL tersebut sesuai dengan standard dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan.

“Ini bisa menjadi percontohan IPAL Batik di Wilayah Kabupaten Blora,” ungkapnya.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *