SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, segera memanggil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk membahas prediksi penurunan dana bagi hasil minyak dan gas bumi atau DBH Migas tahun 2020 mendatang.Â
Penurunan DBH Migas tersebut diketahui dari website resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang menyebutkan Bojonegoro hanya akan mendapatkan Rp 954 miliar. Padahal, sesuai prediksi tahun 2020 mendatang mencapai Rp2,9 triliun.Â
“Oleh sebab itu, kami akan rapat kerja komisi B besok bersama dengan Bapenda terkait informasi ini,” kata Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (29/9/2019).
Komisi dewan yang membidangi masalah migas itu menilai, jika prediksi tersebut benar, tentu akan sangat berpengaruh terhadap pembangunan di Bojonegoro. Sehingga harus dilakukan perencanaan secara matang.
“Kita belum mengetahui dasar perhitungan kenapa bisa turun drastis. Padahal tahun ini mestinya produksi Blok Cepu masih mengalami masa puncak,” tandasnya.Â
Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Herry Sudjarwo, belum memberikan balasan terkait hal ini.
Untuk diketahui DBH Migas 2018 yang diterima Bojonegoro sebesar Rp2,281 triliun dari target sebesar Rp943 miliar. Jumlah tersebut sebelumnya diprediksi meningkat menjadi Rp2,9 triliun. (rien)Â