SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker),Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku, habisnya kontrak tenaga kerja dari Lapangan Kedung Keris, Blok Cepu, pada akhir kontrak November 2019 mendatang akan berdampak pada angka pengangguran.
“Otomatis, ketika habis kontrak nantinya akan ada pengangguran dari Lapangan Kedung Keris,”kata Kepala Disperinaker,Bojonegoro,Agus Supriyanto, Selasa (1/10/2019).
Menurutnya, jumlah pengangguran diproyek pipanisasi oleh PT Meindo Elang Indah bisa diantisipasi dengan mengarahkan mereka pada pekerjaan atau proyek di Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikerjakan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind).Â
“Ya nanti kan ada proyek di JTB, bisa diarahkan kesana,” imbuhnya.
Mantan Kepala Bagian Hukum ini mengungkapkan, saat ini jumlah tenaga kerja di JTB mencapai 1.700 an orang lebih. Nantinya, secara bertahap pada Oktober 2019 akan bertambah hingga 6000 orang. Â
“Jumlah 6000 orang itu tidak terjadi pada satu bulan, tapi dimulai pada Oktober mendatang akan ada penambahan secara bertahap,”tandasnya.Â
Pihaknya sekarang ini sudah bekerjasama dengan Pertamina EP Cepu dan kontraktornya PT Rekind untuk menyerahkan data tentang kebutuhan tenaga kerja sehingga bisa mempermudah masyarakat khususnya eks Lapangan Kedung Keris untuk mendapatkan pekerjaan.Â
“Harapannya kan semua bisa terakomodir, tapi tetap saja harus menyesuaikan kebutuhan,” (rien)