Kinerja Operasi Kilang Pertamina Internasional Lampaui Target

FOTO ILUSTRASI : Kilang TPPI di wilayah Kecaman Jenu, Kabupaten Tuban, telah selesai ditingkatkan kapasitasnya.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sukses mencatatkan kinerja operasi yang jauh melampaui target RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) tahun 2022. Intake kilang PT KPI berhasil melampaui target sebanyak 14% di atas target karena terjadinya peningkatan demand paska pandemi serta proyek RDMP Balongan yang sudah onstream sejak Juni 2022 yang menambah kapasitas pengolahan sebanyak 25 kbpd.

Direktur Utama PT KPI, Taufik Aditiyawarman menyampaikan, terdapat beberapa faktor utama yang mendorong kinerja positif. Antara lain optimasi kilang dan efisiensi biaya operasional.

Taufik menjelaskan, bahwa optimasi kilang dilakukan dengan menghasilkan produk bernilai tinggi (high valuable product) sesuai dengan pergerakan crack spread (perbedaan antara harga minyak mentah sebagai bahan baku dan harga produk yang dihasilkan kilang).

“Optimasi kilang juga dilakukan dalam proses pengadaan crude (minyak mentah). Kita diberikan fleksibilitas dalam mengolah crude bagian negara agar dapat memberikan profitabilitas kilang yang lebih baik.” jelas Taufik.

Upaya untuk menghasilkan produk-produk bernilai tinggi dilakukan untuk meningkatkan angka Yield Valuable dimana salah satu produk yang didorong adalah MFO Low Sulfur (untuk bunker kapal). Menurut Taufik hal ini berhasil menjadikan imbal hasil produk atau Yield Valuable Product (YVP) di atas target. Persentase produksi produk bernilai tinggi, mencapai realisasi sekitar 82%, lebih tinggi daripada target pada RKAP sekitar 79,9%.

Baca Juga :   DBH Migas Bojonegoro Berkurang Rp500 Miliar

“Selain itu, Plant Availability Factor atau PAF yang merupakan indikator kehandalan operasi kilang terhadap perencanaan operasi juga berhasil kami tingkatkan menjadi hampir 100%, lebih tinggi daripada versi RKAP sekitar 99%,” jelas Taufik.

Faktor lain terkait efisiensi biaya operasi kilang, Taufik melanjutkan, adalah pemakaian energi yang dikendalikan hingga angkanya di bawah target RKAP. Indeks intensitas penggunaan energi untuk produksi di kilang atau Energy Intensity Index (EII) tercatat di angka 108,3, lebih rendah daripada yang ditetapkan pada RKAP yang hampir sebesar 108,7. Untuk angka realisasi EII, semakin kecil angka index, menggambarkan kinerja yang semakin baik. Program yang dilakukan untuk penurunan EII antara lain utilisasi listrik dan gas eksternal serta peremajaan peralatan.

Taufik menambahkan terkait aspek pengembangan kilang, PT KPI telah menyelesaikan 2 proyek (onstream) di tahun 2022. Kedua proyek tersebut adalah Green Refinery Cilacap Phase1 yang telah berhasil memproduksi HVO dari feedstock RBDPO, serta RDMP Balongan yang telah berhasil menambah kapasitas pengolahan sebanyak 25 kbpd, menjadi 150 kbpd.

Baca Juga :   Subholding Gas Pertamina Proyeksikan Tekan Emisi 5 Juta Karbon dari Tiga Proyek Strategis

“BBM yang dihasilkan di Kilang Balongan juga berkualitas setara EURO V,” tegasnya.

Taufik mengungkapkan, proyek-proyek lain yang dikerjakan oleh PT KPI ditargetkan akan selesai secara bertahap. Proyek Revamp TPPI telah selesai 2023 dan RDMP Balikpapan ditarget tuntas pada ahun 2024-2025.

“Kinerja positif PT KPI ini juga tak lepas dari dukungan mitra bisnis,” pungkasnya.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *