SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Wilayah proyek Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang berpotensi gempa bumi.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, ada 16 dari 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, berpotensi terjadi gempa bumi. Termasuk Kecamatan Ngasem, terdapat 17 desa meliputi Stren, Trenggulunan, Butoh, Kolong, Mediyunan, Ngadiluwih, Sendangharjo, Ngasem, Bandungrejo, Dukohkidul, Sambong, Ngantru, Tengger, Wadang, Jampet, Jelu, dan Bareng.
“Tingkat klasifikasinya rendah. Tapi begitu harus tetap diwaspadai,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Umar Ghoni dikonfirmasi melalui Sekretarisnya, Nadif Ulfia kepada suarabanyuurip.com, Selasa (15/10/2019).
Dijelaskan, data potensi gempa bumi di Bojonegoro tersebut berdasarkan dokumen kajian risiko bencana yang dikeluarkan Badan Penanggunalangan Bencana Nasional (BPBN) awal 2018. Penyebabnya, sejumlah wilayah di Bojonegoro dilewati dua sesar di zona Kendeng dan zona Rembang dan menjadikan wilayah tersebut rawan gempa.
“Wilayah yang dilewati sesar zona Kendeng yaitu memanjang mulai Kecamatan Margomulyo, Tambakrejo, Ngambon, Sekar, Gondang, Bubulan dan Temayang, hingga kemudian ke arah Kabupaten Nganjuk dan Jombang,†tuturnya.
Sedangkan wilayah yang dilewati sesar zona Rembang meliputi Kecamatan Kedewan dan Malo, yang berbatasan dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kemudian ke arah Tuban.
Berdasarkan kajian BPBN, lanjut Ulfa, sapaan akrabnya, potensi gempa disebabkan keberadaan dua sesar itu tidak sebesar gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Sebab, sesar di zona Kendeng dan Rembang, pergeserannya kecil dibandingkan sesar Koro Palu.
“Apabila pergeseran sesar besar maka potensi gempa juga besar, begitu sebaliknya,†timpal Sekretaris BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia.
Meski demikian, pihaknya akan menyosialisasikan potensi gempa kepada masyarakat. Selain juga memasukkan potensi gempa dalam daftar potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Minimal masyarakat yang membangun rumah di garis kedua sesar harus waspada, karena wilayah itu memiliki potensi gempa.
“Kita sudah memasukkan potensi bencana gempa dalam daftar bencana yang bisa terjadi, meskipun kejadian gempa tidak bisa diprediksi,†pungkasnya.
Selain sejumlah desa di Kecamatan Ngasem, wilayah yang berpotensi gempa adalah Kecamatan Bubulan meliputi 5 desa yakni Bubulan, Cancung, Clebung, Sumberbendo, dan Ngorogunung. Kecamatan Dander 16 desa meliputi Ngunut, Dander, Growok, Sumberarum, Kunci, Jatiblimbing, Ngraseh, Mojoranu, Somodikaran, Sendangrejo, Karangsono, Sumberagung, Ngumpakdalem, Sumbertlaseh, Ngulanan, dan Ngablak.
Kemudian Kecamatan Gondang ada 7 desa meliputi Krondonan, Sambongrejo, Pajeng, Gondang, Jari, Senganten, dan Pragelan. Kecamatan Kasiman 10 desa meliputi Batokan, Betet, Tembeling, Sidomukti, Besah, Sambeng, Ngaglik, Kasiman, Sekaran, dan Tambakmerak. Kecamatan Kedewan 5 desa meliputi Kawengan, Wonocolo, Hargomulyo, Kedewan, dan Beji.
Kecamatan Kedungadem 23 desa yakni Babad, Pejok, Dayukidul, Panjang, Tondomulo, Kesongo, Kendung, Mlideg, Tumbrasanom, Kedungadem, Duwel, Kepohkidul, Geger, Kedungrejo, Megale, Sidorejo, Drokilo, Mojorejo, Jamberojo, Sidomulyo, Tlogoagung, Ngrandu, dan Balongcabe.
Kecamatan Malo ada 10 desa meliputi Dukohlor, Kacangan, Kemiri, Petak, Kliteh, Sudah, Ngujung, Tambakromo, Sumberjo, Tinawun, Banaran, Kedungrejo, Ketileng, Rendeng, Malo, Sukorejo, Trembes, Semlaran, Tanggir, dan Tulungagung.
“Dari 10 desa itu satu desa memiliki klasifikasi bahaya sedang, yakni Desa Kedungrejo,†ucapnya.
Kemudian di Kecamatan Margomulyo terdapat 6 desa yakni Ngelo, Kalangan, Margomulyo, Sumberjo, Meduri, dan Geneng. Kecamatan Ngambon 5 desa meliputi Nglampin, Karangmangu, Ngambon, Sengon, dan Bondol.
Kecamatan Ngraho ada 16 desa yakni Luwihaji, Sugihwaras, Sumberagung, Mojorejo, Ngraho, Blimbinggede, Jumok, Nganti, Pandan, Tanggungan, Kalirejo, Tapelan, Sumberarum, Payaman, Bancer, dan Klempun.
Kecamatan Sekar terdapat 6 desa meliputi Miyono, Sekar, Deling, Klino, Bareng, dan Bobol. Kecamatan Sugihwaras ada 17 desa yakni Drenges, Bareng, Alasgung, Panunggalan, Wedoro, Bulu, Siwalan, Glagahan, Panemon, Sugihwaras, Trate, Nglajang, Kedungdowo, Glagahwangi, Jati Tengah, Balongrejo, dan Genjor.
Kecamatan Tambakrejo ada 18 desa meliputi Jatimulyo, Napis, Ngrancang, Turi, Mulyorejo, Kacangan, Sendangrejo, Dolokgede, Malingmati, Tambakrejo, Bakalan, Jawik, Sukorejo, Gading, Pengkol, Tanjung, Gamongan, dan Kalisumber. Kecamatan Temayang 12 desa yaitu Kedungsumber, Soko, Papringan, Kedungsari, Bakulan, Temayang, Pandantoyo, Belun, Jono, Ngujung, Pancur, dan Buntalan.
Serta 16 desa di Kecamatan Trucuk. Meliputi Desa Kandangan, Sumbangtimun, Kanten, Pagerwesi, Padang, Sumberrejo, Mori, Tulungrejo, Trucuk, Guyangan, Sranak, dan Banjarsari.
“Totalnya ada 194 desa yang berpotensi terjadi gempa,†pungkasnya.(suko)