SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Besarnya Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) tahun 2019 sebesar Rp1,7 Triliun berimbas pada jumlah Alokasi Dana Desa (ADD) tahap tiga termasuk desa penghasil migas di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, dan Lapangan Sukowati.
Kasi Bina Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Haris Efendi, mengungkapkan, sebanyak 419 desa mendapatkan kenaikan ADD termasuk desa ring 1 industri migas.
“Ada dua desa yang ADD-nya lebih besar dari desa lainnya. Yaitu Desa Gayam dan Mojodelik di Kecamatan Gayam,” ujarnya, Kamis (17/10/2019).
Dari data menyebutkan, kedua desa tersebut mendapatkan ADD sebesar Rp3,6 miliar. Desa ring 1 Lapangan Banyu Urip ini sebelumnya hanya ditargetkan mendapatkan ADD sebesar Rp2,6 miliar saja.
“Naiknya Rp1 miliar lebih,” tukasnya.
Sementara desa ring 1 Lapangan Sukowati yakni desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, mendapatkan ADD sebesar Rp1,4 miliar. Jumlah ini naik dari sebelumnya yang hanya ditarget sebesar Rp772 juta.
Sedangkan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, mendapatkan ADD sebesar Rp1,2 miliar naik dari target sebelumnya sebesar Rp770 juta.
“Perhitungannya semua di Badan Pendapatan, kami hanya memverifikasi proposal pengajuan dari desa,” pungkasnya.(rien)