SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho, mengaku diberi tawaran sumur bor oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Tawaran itu, menurut dia, disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) KESDM, Wiratmaja Puja belum lama ini saat berada di Cepu.
Tawaran itu menyusul di Kabupaten Blora setiap musim kemarau warganya selalu kekurangan air.
“Pak Wirat kemarin menawarkan sumur bor kepada kami. Terkait jumlah dan lokasinya diserahkan kepada kami,” ujarnya, Bupati Djoko Nugroho, Sabtu (2/11/2019).
Pihaknya, diminta untuk segera mengajukan bantuan tersebut, dan akan segera diajukan. Untuk tempatnya di lokasi yang paling parah. Contohnya di Kecamatan Jati.
“Saya yakin di sana ada sumber air yang bisa di bor dan dimanfaatkan oleh warga,” tandasnya.
Disampaikan, dari Kementerian ESDM melalui PEM Akamigas Cepu juga sudah merealisasikan bantuan sumur bor di Blora. Di Desa Sambongrejo dan Desa Brabowan, Kecamatan Sambong.
“Juga sudah diresmikan bersamaan dengan peresmian reaktor biogas di Desa Kentong,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan, dampak kekeringan di Blora membuat masyarakat kekurangan air. Sehingga harus dilakukan penanganan dengan droping air setiap hari. Mengingat tingkat keparahan kekeringan di Blora cukup tinggi.
Kokok sapaan akrabnya, berencana akan menambah anggaran droping air menjadi dua kali lipat dibanding tahun 2019 ini. Jika tahun 2019 ini pemerintah menganggarkan Rp275 juta atau setara 1.100 tangki, diperkirakan tahun depan anggaran menjadi Rp550 juta atau 2.200 tangki.
“Tahun depan akan ditingkatkan menjadi 2 kali lipat,” kata Kokok.(ams)Â