SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM) Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), ancam bakal menggandeng Investor lain untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Migas. Apabila tidak ada progres yang signifikan.
Diketahui sampai sekarang ini pembangunan Rumah Sakit milik PPSDM Migas itu masih mandeg.
Menurut Kepala PPSDM Migas, Wahid Hasyim, mandegnya pembangunan RS Migas karena ada perubahan struktur pimpinan di lingkup Investor. Sehingga perlu dilakukan analisa ulang dalam pembangunan tersebut.
“Pembangunan rumah sakit terkendala karena ada perubahan struktur pimpinan di tubuh investor,†ungkapnya, beberapa waktu lalu.
Kendati demikan, pihaknya tetap memberikan kesempatan untuk menyelesaikan. Sekarang ini, keberlangsungan pembangunan masih diberi kebebasan. Kesempatan itu sengaja diberikan untuk mengukur kesanggupan investor.
“Tetap kami dorong untuk menyelesaikan. Kalau ada invetor yang lebih baik ya tidak apa-apa,†ujarnya.
Wahid Hasyim mengaku, merasa tidak ada ikatan lantaran kerja sama itu masih dalam bentuk MoU (Memorandum of Understanding).
“Belum ada Perjanjian Kerja Sama (PKS), hanya MoU saja. Bagi kami belum mengikat,” jelasnya.
Belum adanya ikatan itulah, ada peluang untuk menjalin kerja sama dengan investor lain.
“Kalau nanti tidak memenuhi target, ya kami akan melihat yang lain,†ujarnya.Â
Dia kembali menegaskan, tetap mengutamakan investor yang sudah ada. Pihaknya mengancam, kalau prosesnya terlalu panjang, akan mencari investor baru.
Di singgung apakah ada batas waktu dari investor lama untuk memenuhi target? Dia menyampaikan, paling tidak tahun 2020 nanti sudah ada pembangunanya.
“Awal nanti sudah jelas siapa yang mulai,†ungkapnya.
Sementara Staf Khusus Bupati Blora, Djati Walujastono, mendukung langkah PPSDM Migas untuk mencari Investor baru.
“Karena belum PKS, maka PPSDM Migas berhak mencari investor untuk pembangunan dan pegelola rumah sakit Migas Cepu,” tandasnya.
Menurutnya, Investor yang cepat dan baik, artinya profesional dan secara financial menguntungkan ketiga pihak maka investor itulah yang akan bekerjasama dengan PPSDM Migas.
“Karena sampai sekarang perkiraan kami belum ada titik temu antara Pertamedika IHC, PGN MAS sebagai Investor dan PPSDM Migas,” kata dia.
Tentunya, kata dia, Pertamedika IHC dan PGN MAS, bagi PPSDM Migas adalah prioritas utama sebagai investor pengelola dan pembangunan Rumah Sakit Pertamina-Migas Cepu.
“PGN MAS dan Pertamedika IHC ditugasi bahu membahu mengembangkan layanan rumah sakit,” kata dia.
Dalam MoU yang dilaksanakan, ditentukan bahwa PGN MAS bertanggung jawab atas revitalisasi rumah sakit, sedangkan Pertamedika IHC bertanggung jawab atas penyediaan alat rumah sakit.
“Selain itu, keduanya bersama membentuk usaha patungan, yaitu Pertamedika, yang akan berperan sebagai operator Rumah Sakit Pertamigas Cepu,” jelasnya.(ams)